Tambang Berantai, Alternatif Media di Era Pandemi

Oleh: Nurul Khotimah, S.Pd
Guru SD Negeri Kunir 1, Kec. Dempet, Kab. Demak

DI era pandemi, semua sektor kehidupan seperti lumpuh. Tak terkecuali di dunia pendidikan. Sektor pendidikan sangat terdampak dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang potensial untuk terjadi kerumunan. Padahal, kerumunan menjadi hal yang harus dihindari di era pandemi. Sebab dengan kerumunan akan sangat rentan terjadi penularan Covid-19, maka kerumunan diupayakan ditiadakan atau diminimalisir. Kebijakan yang diambil pemerintah (Kemendikbud) salah satunya yakni melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring). Kebijakan ini diambil oleh pemerintah sebagai upaya untuk menekan terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah itu sendiri. Meskipun kebijakan tersebut diambil melalui berbagai pertimbangan, tetap saja menimbulkan pro dan kontra bagi semua pihak di dalamnya. Selain karena faktor tidak adanya interaksi secara langsung antara guru dan peserta didik yang menimbulkan rendahnya kualitas pendidikan, perkara tersedianya jaringan internet juga menjadi permasalahan yang cukup serius, karena tidak semua wilayah di Indonesia sudah dialiri sinyal internet.

Selamat Idulfitri 2024

Persoalan lain yang timbul yakni terkait ketersediaan kuota internet bagi peserta didik. Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga yang beragam, khususnya dari tingkat sosial ekonomi, yang mana tidak semua peserta didik dapat membeli internet. Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga menjadi dilema tersendiri, di mana setiap peserta didik tidak semuanya memiliki gadget. Banyak di antaranya terkendala pada penyampaian informasi dan pembelajaran dari guru kepada peserta didik melalui gadget, karena dibawa orang tua bekerja. Fenomena tersebut terjadi pula di kelas 5 SD Negeri Kunir 1, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Sehingga penulis berpikir untuk mencari solusi alternatif pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif di era pandemi, yakni dengan media tambang berantai.

Media tambang berantai merupakan salah satu inovasi media pembelajaran, di mana guru berusaha membangun komunikasi dengan orang tua dan peserta didik untuk mau menyampaikan segala informasi dari guru kelas, baik itu berupa materi, tugas, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran jarak jauh di era pandemi. Melalui media tambang berantai, guru memiliki bertujuan untuk melatih komunikasi anak. Langkah penerapannya adalah dengan meminta anak membuat kelompok kecil dengan sesama peserta didik yang rumahnya dekat untuk belajar bersama dan menyelesaikan tugas bersama kelompoknya, serta membangun komunikasi bersama secara berantai. Tentu saja, pada praktik nyatanya tetap memperhatikan aturan social distancing. Setelah peserta didik melakukan diskusi atau menyelesaikan tugas secara berkelompok menggunakan media tambang berantai. Kemudian peserta didik mengumpulkan tugas berupa tulisan, lisan, produk maupun video kepada guru melalui WhatsApp maupun datang langsung ke sekolah secara bergilir dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pada kesempatan tertentu, guru juga secara bergilir melakukan kunjungan ke kelompok untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas di setiap kelompok.

Penggunaan media tambang berantai yang telah diterapkan di Kelas 5 SD Negeri Kunir 1, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak selama masa pandemi dirasa cukup efektif dan menyenangkan. Guru melayani peserta didik secara adil, tidak ada yang tertinggal sebab semua berkumpul sesuai kelompok masing-masing dengan pertimbangan jarak rumah terdekat, komunikasi tetap terjaga dan informasi baik materi maupun tugas juga tersampaikan. Melalui penerapan metode tambang berantai, didapatkan fakta bahwa aktivitas guru dan aktivitas peserta didik di era pandemi tetap berjalan lancar. Peserta didik juga bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar di kelas 5 SD Negeri Kunir 1, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. (*)