Tingkatkan Hasil Belajar IPA dengan SOTO GERHANA

Oleh: Ermina Fitriyani, S.Pd
Guru SD Negeri Kedondong 1, Kec. Gajah, Kab. Demak

POWLER, dalam Usman Samatoa (2006) menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah pengetahuan yang rasional dan objektif adalah tentang alam semesta dan segala isinya. IPA dapat juga diartikan sebagai suatu pengkajian teknologi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan. IPA merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen.

Selamat Idulfitri 2024

Melalui pembelajaran IPA, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir tinggi dan menguasai konsep dan prinsip dasar IPA dengan menyenangkan. Tetapi kenyataannya dalam pembelajaran di kelas, sebagian besar guru dalam mengajar jarang menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Pembelajaran dilakukan dengan cara membaca materi, sehingga proses pembelajaran menjadi membosankan dan tidak menarik minat siswa untuk belajar. Hal ini juga terjadi di kelas VI SD Negeri Kedondong 1, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Sehingga guru perlu menciptakan suatu inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPA. Salah satunya dengan SOTO GERHANA (Snowball Throwing dengan Gerakan Harmoni Bertanya).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Gerhana dalam konteks konsep materi Sistem Tata Surya yaitu suatu peristiwa yang terjadi apabila terjadi posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus atau sebaliknya. Peristiwa ini yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari. Sementara “GERHANA” dalam pembelajaran yang penulis lakukan adalah akronim dari “Gerak Harmoni Bertanya”, yaitu gerakan-gerakan harmoni/keserasian yang dilakukan secara bersama-sama. Istilah “GERHANA” yang digunakan dalam pembelajaran ini selain karena peristiwa terjadinya gerhana dalam kehidupan nyata siswa, gerhana juga merupakan sub materi dari materi dasar Sistem Tata Surya, sehingga siswa menjadi lebih familier. Perpaduan Snowball Throwing dengan GERHANA dirancang tanpa menghilangkan keseluruhan sintaks yang ada pada Snowball Throwing dan bertujuan agar pembelajaran lebih aktif, efektif, serta efisien juga menyenangkan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Implementasi terapan GERHANA pada model Snowball Throwing dilakukan dengan cara menambahkan beberapa kegiatan (gerak) yang dilakukan siswa dalam kelompok. Langkah-langkah kegiatan terapan GERHANA secara rinci sebagai berikut: 1) Guru menyampaikan materi yang disajikan; 2) Guru membentuk 6 kelompok-kelompok kecil dengan anggota kelompok sebanyak 5 orang. Guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi yang akan dijelaskan kepada anggota kelompok; 3) Ketua kembali ke kelompoknya masing-masing dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya; 4) Masing-masing siswa dalam kelompok mengeluarkan satu lembar kertas untuk menulis satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok; 5) Siswa dibagi lagi dalam kelompok besar, yang tadinya 6 kelompok, menjadi 3 kelompok. Ini dimaksudkan agar permainan lebih seru lagi; 6) Siswa yang mendapat giliran pertama melempar bola, ditentukan oleh ketua kelompok. Setelah pertanyaan pertama dijawab dengan benar oleh salah seorang siswa dalam kelompok, kemudian dilanjutkan lagi dengan pertanyaan berikutnya. Selanjutnya siswa meminta bola pertanyaan bukan dengan menunggu bola pertanyaan dengan menepuk tangan terlebih dahulu; 8) Membahas pertanyaan; 9) Pemberian penghargaan, diberikan jika: a) Setiap siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan diberi penghargaan berupa bintang. Pada akhir pembelajaran akan di umumkan secara kelompok; b) Setelah semua siswa dalam kelompok mendapat giliran bertanya dan menjawab secara bergiliran, masing-masing perwakilan kelompok membuat kesimpulan dan membacakan di depan kelas; 10) Memberikan evaluasi; 11) Penutup. Keunggulan dari terapan GERHANA adalah mempercepat waktu pembelajaran, mendorong siswa aktif dalam bertanya dan menjawab, dan menciptakan situasi pembelajaran lebih menyenangkan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Setelah menerapkan SOTO GERHANA (Snowball Throwing dengan Gerakan Harmoni Bertanya) pada pembelajaran IPA di kelas VI SD Negeri Kedondong 1, proses pembelajaran terlihat lebih aktif dan interaktif. Sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang berimbas pada peningkatan hasil belajar IPA. (*)