Belajar Jenis-jenis Sudut dengan Jam Dinding

Oleh: Setyowati, S.Pd.
Guru SD Negeri 03 Kebojongan, Kec. Comal, Kab. Pemalang

MUATAN pelajaran matematika kelas III Kompetensi Dasar 3.11 mengetahui jenis-jenis sudut. Dalam mempelajari konsepnya, sangat mungkin terjadi kesalahan pada anak-anak kelas III yang perkembangan kognitifnya terikat dengan objek konkret yang dapat ditangkap oleh panca indra. Materi ini terlihat mudah, tetapi anak-anak kebanyakan masih bingung untuk menentukan nama sudut dengan titik sudut suatu bangun, menggambarkan antara sudut siku-siku, lancip, dan tumpul. Begitu juga yang terjadi terhadap anak-anak kelas III SD Negeri 03 Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Selain rendahnya hasil belajar, anak-anak juga kurang bersemangat ketika pembelajaran matematika berlangsung. Kemungkinan mereka menganggap matematika pelajaran yang sulit. Maka dari itu, perlu dipikirkan secara matang penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan perkembangan kognitif anak. Jam di dinding adalah salah satu objek yang sering dilihat oleh anak-anak. Ini dapat kita manfaatkan untuk media pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Aristoteles mempunyai pendapat, Ia memandang matematika sebagai salah satu dari tiga dasar yang membagi ilmu pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan fisik, matematika, dan teologi. Matematika didasarkan atas kenyataan yang dialami. Bruner menyatakan, belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar informasi yang diberikan kepada dirinya.

Ternyata ada hubungan antara jarum jam dengan besar sudut, yaitu sudut yang terbentuk antara dua jarum jam akan menentukan waktu, dan sebaliknya. Pada jam dinding terdapat jarum pendek dan jarum panjang. Jarum pendek menunjukkan jam dan jarum panjang menunjukkan menit. Setiap pergerakan jarum panjang mempengaruhi jarum yang pendek dan begitu pula sebaliknya. Sudut yang terbentuk di antara jarum panjang dan jarum pendek dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran. Media ini kami sebut dengan media jam sudut.

Jam sudut merupakan media pembelajaran yang menyediakan berbagai macam sudut yang dihasilkan dari jarum jam. Hal ini dapat digunakan untuk menanamkan konsep sudut yang relevan bagi anak-anak, karena jam dinding adalah barang yang tidak asing lagi bagi mereka. Guru hanya mengarahkan supaya mereka memahami konsep berdasarkan kenyataan yang dialaminya, dengan harapan menemukan hal-hal baru dari sisi lain jam dinding.

Sebelum menyampaikan materi, guru harus membuat alat peraga. Jumlah alat peraga dapat disesuaikan dengan jumlah kelompok di dalam kelas. Hal ini dapat dilakukan dengan memodifikasi jam dinding yang ada di dalam kelas dapat dihias sedemikian rupa supaya menarik perhatian anak. Menyediakan berbagai macam gambar sudut. Setelah itu memperkenalkan media pembelajaran yang akan digunakan dan menjelaskan dengan media tersebut agar anak-anak akan mengetahui jenis-jenis sudut.

Dalam proses pembelajaran secara klasikal, guru memberikan penjelasan jenis-jenis sudut yang terbentuk dari putaran jarum pada jam tersebut. Setelah menjelaskan jenis-jenis dan besar sudut, kemudian dibentuk kelompok kecil empat sampai lima anak. Guru memberikan penjelasan cara melukis sudut yang benar. Guru memberikan gambar-gambar sudut kepada siswa, kemudian siswa mendiskusikan dengan kelompoknya untuk memasangkan gambar sudut tersebut sesuai dengan putaran jarum jam yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil diskusi disampaikan oleh perwakilan kelompok di depan kelas. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak-anak benar-benar paham.

Pada akhir pembelajaran, guru memberikan evaluasi dan penguatan untuk mengukur sejauh mana materi mengenal jenis-jenis sudut ini dipahami oleh anai-anak. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran dan melaksanakan tindak lanjut sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal.

Aktivitas anak dan ketuntasan belajar mencapai 90%. Maka dapat penulis simpulkan, pembelajaran jenis-jenis sudut dengan media jam sudut yang dilakukan pada kelas III SD Negeri 03 Kebojongan, terbukti dapat meningkatkan antusias anak-anak dalam mengikuti pembelajaran yang diikuti dengan meningkatnya hasil belajar. (*)