Belajar PAI Mudah dan Menyenangkan dengan Metode Demonstrasi

Oleh: Mudaekhah, S.Pd. I
Guru PAI SDN 05 Pedurungan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

SALAH satu muatan pelajaran yang lebih banyak kegiatan praktiknya adalah muatan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP). Oleh karena itu, metode konvensional (ceramah, red) yang banyak diterapkan oleh guru PAI, tidak lagi menarik minat peserta didik. Metode ceramah dianggap sudah ketinggalan zaman di era digital seperti sekarang ini. Banyak alternatif model atau metode pembelajaran PAI yang dapat digunakan oleh guru dalam menyajikan materi muatan PABP, tak terkecuali penulis yang merupakan guru PAI di SDN 05 Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Guru menerapkan metode demonstrasi pada beberapa kompetensi muatan PABP untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Selamat Idulfitri 2024

Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran (Syaiful Bahri Djamarah, 2000). Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memeragakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Terdapat dua tahap pada pelaksanaan praktik pembelajaran dengan metode demonstrasi, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan demonstrasi. Kedua langkah tersebut dibagi dalam beberapa kegiatan.

Pertama adalah tahap persiapan. Pada tahap ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Mulai dari merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir, mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan, dan melakukan uji coba demonstrasi. Kemudian tahap selanjutnya adalah pelaksanaan demonstrasi. Tahapan ini terdiri dari tiga langkah, yakni: a) Langkah Pembukaan: aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan, kemudian kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa, dan kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa; b) Langkah Pelaksanaan demonstrasi: mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir. Selanjutnya, ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan, yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh siswa. berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu; dan c) Langkah Mengakhiri Demonstrasi. Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

Sebagai suatu metode, pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya menghindari terjadinya verbalisme karena siswa langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan; proses pembelajaran akan lebih menarik, karena siswa tak hanya mendengar, tetapi melihat peristiwa yang terjadi; dan siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Sedangkan beberapa kelemahan demonstrasi antara lain memerlukan persiapan yang lebih matang; memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah; dan memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

Demonstrasi sejauh ini merupakan metode pembelajaran yang efektif digunakan pada pembelajaran PABP, dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa dan keterampilan siswa dalam memeragakan kegiatan praktik juga mengalami peningkatan. (*)