Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Menyimak

Oleh: Subagyo, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 03 Kelangdepok, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

DI sekolah dasar (SD), pembelajaran menyimak sudah diberikan kepada siswa. Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan untuk disimak. Menyimak melibatkan penglihatan, penghayatan, ingatan, pengertian, bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimak pun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, tampak bahwa siswa kurang fokus dalam memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Sehingga siswa mengalami kesulitan untuk mengetahui dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Siswa dalam hal menyimak, cenderung mendengarkan tetapi tidak memahami isi yang disimak. Siswa menganggap keterampilan menyimak itu mudah. Siswa cenderung meremehkan pembelajaran menyimak, khususnya menyimak persoalan faktual. Oleh karena itu, guru dituntut untuk kreatif dan inovatif, serta memiliki kemampuan yang memadai dalam merancang pembelajaran menyimak, terutama berkaitan dengan media yang digunakan. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa yaitu dengan menggunakan media audio visual.

Menurut Briggs dalam Rudi dan Riyana (2009), media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan media yang tepat dengan materi pembelajaran yang disampaikan dapat merangsang siswa untuk mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Media juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, merangsang kegiatan belajar, dan dapat meningkatkan kemampuan siswa terhadap informasi yang disimak. Salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan menyimak adalah media audio visual.

Media audio visual merupakan media yang mempergunakan indra pendengar dan penglihatan. Media ini memberikan karakteristik pemanipulasian pesan hanya dilakukan melalui bunyi atau suara-suara. Media ini sangat cocok untuk kepentingan pengajaran bahasa. Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih konkret, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan (Sriwidayah, 2017).

Manfaat dari penggunaan media ini diharapkan mampu menarik perhatian siswa dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Sudjana dan Rivai dalam Daryanto (2013) menyatakan bahwa secara umum, media mempunyai manfaat sebagai berikut: (a) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; (b) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran dengan lebih baik; (c) metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga dan; dan (d) siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

Meningkatnya daya tarik siswa dan hasil pembelajaran menyimak siswa ini tidak lepas dari peran media audio visual, di mana audio visual merupakan media yang sangat efektif untuk pembelajaran individual maupun kelompok. Tidak hanya itu, media audio visual memiliki kelebihan dapat diputar kembali, dipercepat, ataupun diperlambat. Penerapan media audio visual berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa dengan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa dan daya tarik siswa terhadap pembelajaran.

Pada siswa sekolah dasar, muatan pelajaran Bahasa Indonesia khususnya menyimak, guru seharusnya menggunakan media audio visual agar siswa lebih tertarik dan memahami proses pembelajaran yang dilaksanakan. (*)