Tingkatkan Kosakata Bahasa Jawa dengan Flash Card

Oleh: Tuti Alawiyah, S.Pd.
Guru SDN 02 Jebed, Kec. Taman, Kab. Pemalang

TERDAPAT berbagai cara yang bisa dilakukan guru agar siswa kelas rendah mampu menghafalkan kosakata dalam unggah-ungguh basa dengan mudah. Salah satu di antaranya dengan menggunakan media. Satu di antara banyak media yang bisa digunakan adalah flash card. Termasuk penulis yang mengajar di kelas II SDN 02 Jebed, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, untuk memudahkan siswa dalam menghafal kosakata sulit tersebut, dipilihlah media flash card sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

Flash card adalah kartu kecil yang terdapat gambar, tulisan, atau simbol yang mampu mengingatkan dan memberikan informasi kepada siswa sesuatu yang terkait dengan gambar. Media kartu ini terbuat dari potongan kertas berbentuk persegi panjang dengan panjang 12 cm dan lebar 8 cm. Menurut Rudi Susilana dan Cepiriyana, flash card merupakan media pembelajaran berupa kartu bergambar berukuran 25 x 30 cm. Gambar pada flash card merupakan rangkaian pesan yang dibuat dengan meletakkan keterangan pada setiap gambar, yang tercetak pada kertas tersebut. Kartu-kartu tersebut dapat dimodifikasi dalam menyesuaikan dengan keadaan kelas.

Langkah penggunaan flash card di dalam pembelajaran Bahasa Jawa di kelas II yaitu: a) kartu yang telah disusun, dipegang setinggi dada dan menghadap ke arah siswa; b) kartu tersebut ditampilkan satu persatu setelah guru selesai menjelaskan; c) guru memberikan kartu-kartu yang telah diterangkan kepada siswa secara acak, dan berputar bergilir untuk diamati setiap siswa dalam satu kelas; d) jika flash card dikombinasikan dengan permainan, maka penggunaannya bisa disesuaikan dengan alur permainan tersebut.

Selain penggunaannya yang sangat mudah, flash card juga memiliki kelebihan yang dapat menjadi referensi para guru SD dalam upaya memudahkan anak menghafalkan kata-kata sulit dalam Bahasa Jawa. Berikut adalah kelebihan flash card, sesuai dengan yang diungkapkan oleh Susilana dan Riyana (2009) yaitu: 1) Flash card mudah dibawa ke mana saja, dapat digunakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas; 2) Praktis dilihat dari cara pembuatannya dan penggunaannya yang mudah; 3) Guru tidak memerlukan keahlian khusus, hanya perlu kreativitas dalam membuat atau mewarnai gambar dan memodifikasi keterangan pada gambar, tidak memerlukan listrik dalam penggunaannya; 4) Mudah cara penyimpanannya; 5) Mudah diingat. Integrasi antara gambar dan keterangan yang tertera pada kartu memudahkan siswa menghafal dengan cepat karena mereka lebih cepat menerima informasi dengan visual; dan 6) Menarik dan menyenangkan. Flash card dalam penggunaannya bisa dikombinasikan dengan berbagai metode, strategi, model, bahkan permainan dalam pembelajaran.

Melihat berbagai keunggulan yang dimiliki oleh media ini, dapat disimpulkan bahwa flash card sangat efektif dalam membantu proses menghafal kosakata dalam unggah-ungguh Bahasa Jawa. Dengan adanya flash card, guru dengan mudah mengajarkan Bahasa Jawa dan siswa dapat menghafal dengan mudah. Meskipun di zaman sekarang semua serba elektronik dan digital, tetapi banyak sekolah yang masih memiliki sarana dan prasarana minim. Oleh sebab itu, agar Bahasa Jawa bisa dengan mudah dipelajari oleh berbagai macam sekolah di seluruh Indonesia, maka flash card hadir sebagai media yang efektif digunakan oleh siapa pun dalam pelajaran Bahasa Jawa. Peningkatan hasil belajar yang signifikan di kelas penulis mengajar menjadi alasan agar media ini direkomendasikan untuk muatan pelajaran lain. (*)