Penerapan Active Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh: Setyowati, S.Pd
SDN 02 Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang

PENDIDIKAN mempunyai peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Halk ini karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pernyataan ini juga tercantum dalam Undang-Undang pendidikan RI No.20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yang berbunyi;

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan nasional berfungsi menggambarkan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, kemampuan dan pendidikan berkarakter. Peserta didik dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun  dan disiplin yang tinggi. Parameter keberhasilan belajar peserta didik dalam kurikulum 2013 dilihat dari basis  kompetensi yang menekankan pada keseimbangan soft skill, kecakapan dalam nilai-nilai hard skill, kemampuan akademik, kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran harus dapat membuat belajar terasa mudah dan menyenangkan dengan melibatkan siswa secara aktif. Proses pembelajaran yang dirancang hendaknya membuat siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif secara fisik dan mental.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk memilih strategi belajar yang memungkinkan anak mendengar, melihat, bertanya, berdiskusi, serta membuat kegiatan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan gaya belajar siswa (learning style) dan gaya mengajar guru (teaching style).

Menurut  Abdullah, model  pembelajaran  merupakan kerangka konseptual  berupa  pola  prosedur sistematik  yang  dikembangkan berdasarkan teori  dan  digunakan  dalam  mengorganisasikan  proses  belajar mengajar  untuk mencapai  tujuan  belajar. Pembelajaran yang dianggap tepat untuk menerapkan konsep salah satunya ialah active learning (pembelajaran aktif). Peran guru dalam pembelajaran ini adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Guru menjadi medium untuk menjembatani siswa dalam memeproleh ilmu pengetahuan. Peran ini harus dijalankan karena seorang guru tidak mampu memberikan semua pengetahuan pada siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Active learning ialah metode pembelajaran yang berusaha untuk mengajar siswa menjadi aktif, banyak mengerjakan tugas, memaksimalkan otak, mempelajari gagasan, memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang dipelajari. Ketika siswa cenderung  pasif  atau  hanya  menerima  dari  guru,  siswa  akan  cepat melupakan  tentang  apa  yang  telah  disampaikan.

Strategi active learning memiliki bebrapa aspek pengajaran taitu; Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar. Melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas.

Peserta didik juga tidak hanya mendengarkan materi pelajaran secara pasif, tetapi juga mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pelajaran tersebut. Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran juga menjadi hal yang penting. Peserta didik lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dalam hal ini, dengan menggunakan mettode pembelajaran aktif, hasil pembelajaran pun akan lebih maksimal karenan memainkan banyak komponen di dalamnya. Siswa tidak hanya akan menerima, tetapi juga memahami lebih dalam serta mampu mengaplikasikannya. Hasil belajar memiliki peranan penting, karena hasil belajar menjadi tolak ukur suatu keberhasilan pembelajaran.

Penerapan model active learning menjadi proses pendekatan guru dalam pembelajaran dengan menciptakan lingkungan sekitar yang bervariasi dan mampu menyediakan waktu yang cukup bagi siswa untuk berpartisipasi dan berinteraki dengan guru dan teman. (*)