Modifikasi Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh

Oleh: Siti Jarohjatun, S.Pd
SDN 04 Beji, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PENYELENGGARAAN pendidikan yang berkesinambungan menjadi proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Peranan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sangat penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar. Terutama melalui aktifitas jasmani, bermain, dan olahraga yang dilakukan secara sistematis.

Selamat Idulfitri 2024

Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina sekaligus untuk membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang sesuai dengan konsep pembelajaran yang sesuai dengan konsep yang dipelajari.

Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembelajaran pendidikan jasmani ialah terkait model atau cara guru menyampaikan materi pelajaran. Seringkali materi yang diajarkan oleh guru kurang tertanam kuat dalam benak siswa. Pada permasalahan umum dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga adalah kurangnya sarana dan prasarana, juga peran aktif siswa dalam kegiatan belajar.

Proses pembelajaran yang berlangsung belum mewujudkan adanya partisipasi siswa secara penuh. Siswa berperan sebagai objek pembelajaran, yang hanya mendengarkan dan mengaplikasikan apa yang disampaikan guru. Selain itu proses pembelajaran kurang mengoptimalkan penggunaan kreativitas pembelajaran yang dapat memancing peran aktif siswa.

Kurang kreatifnya guru dalam mengolah sistem pembelajaran dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa. Biasanya yang terjadi, guru kurang mengeksplorasi pendidikan jasmani di sekolah dalam membuat dan mengembangkan media pembelajaran.

Guru kekurangan model-model pembelajaran, sehingga dalam proses pendidikan jasmani yang dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang monoton. Guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan, dan hanya mengejar materi dapat selesai tepat waktu. Tanpa memikirkan bagaimana pembelajaran tersebut bermakna dan dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan nyata.

Pemanfaatan alat bantu sederhana, seperti ban sepeda bekas sebagai sarana membantu guru dalam menjelaskan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok pada siswa. Dengan ban bekas yang dipasang di titik tumpu maka anak melewati paralon yg dibentuk seperti gawang di titik tumpu. Anak akan seacara langsung berusaha untuk melompat dan akan mendarat melalui alat bantu sederhana tersebut.

Guru juga dapat memperlihatkan dan memberikan penjelasan yang mendetail mengenai tekhnik dasar lompat jauh gaya jongkok. Maka dengan cara penerapan alat bantu ban bekas dan paralon, pembelajaran lompat jauh gaya jongkok diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi guru yang ingin menggunakan alat bantu berupa ban sepeda bekas dan gawang psaralon, maupun alat lain sebagai media alternatif.

Dalam melaksanakan proses pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dan pembelajaran yang menarik, dapat membuat siswa lebih aktif serta menghapus persepsi siswa mengenai pembelajaran membosankan, menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

Dalam penggunaan media belajar yang dimodifikasi, selain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mempunyai lebih banyak waktu. Hal ini juga dapat membantu siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif, dan pembelajaran menjadi lebih produktif. (*)