Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Siswa SD

Oleh: Kasem, S.Pd.
Guru SDN 03 Pegundan, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

SAAT ini, Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Semenjak adanya pandemic, menyebabkan lost learning pada peserta didik dan membuat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek) mencetuskan gagasan tentang kurikulum baru yang diharapkan dapat memulihkan kondisi tersebut. Kurikulum yang dimaksud ialah Kurikulum Merdeka.

Selamat Idulfitri 2024

Kurikulum ini menjadi kurikulum pilihan pada setiap satuan pendidikan dasar. Kurikulum Merdeka merupakan gagasan dalam tranformasi pendidikan indonesia untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Juga menjadi program untuk menggali potensi peserta didik dan para pendidik dalam berinovasi meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Implementasi Kurikulum Merdeka mulai dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2022-2023, khususnya kelas I dan IV hingga tahun 2024. Kurikulum ini memiliki dua struktur khusus yakni kegiatan yang bersifat intrakurikuler dan kegiatan yang bersifat projek baik secara individu maupun kelompok.

Selain itu, berbeda denganj kurikulum 2013 yang menghitung jam pelajaran berdasarkan hitungan minggu, kurikulum merdeka menghitung jam pelajaran berdasarkan tahun. Selanjutnya, perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum 2013 yaitu tidak lagi dikenal istilah kompetensi inti maupun kompetensi dasar, melainkan diganti dengan capaian pembelajaran yang ditandai dengan hasil yang telah dicapai. Hasil ini berbentuk sikap maupun keterampilan siswa yang saling terkait dan memiliki dampak langsung pada kompetensi tiap siswanya.

Dalam pelaksanaanya sebagai seorang guru, kita membutuhkan penyesuaian-penyesuaian dalam mengimplementasian kurikulum merdeka ini. Karena hal yang baru dilaksanakan dan pasti menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini harus kita hadapi, bagaimana caranya? Tentu dengan mempersiapkan hal-hal apa saja yang perlu diketahui guru dan yang akan dilaksanakan oleh guru agar kurikulum ini dapat berjalan dengan baik

Pada prinsipnya, yang perlu dipersiapkan guru dalam implementasi kurikulum merdeka yaitu perangkat ajar, pembelajaran paradigma baru dan asesmen. Ketiga hal ini masing-masing guru perlu menyiapkannya dengan baik. Pertama, perangkat ajar. Ini menyangkut perencanaan dengan cara melakukan analisis terhadap capaian pembelajaran. Guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan memperhatikan kompetensi, konten dan variasi. Kemudian guru menyusun alur tujuan pembelajaran, mempersiapkan asesmen diagnostik baik bersifat kognitif maupun non kognitif, menyusun modul ajar yaitu sebagai pengganti RPP. Ini menjadi hal yang utama bagi guru untuk menyusun bahan ajar.

Kemudian, sebagai guru juga perlu mempersiapkan dan memahami konsep pembelajaran paradigma baru, memahami penyesuaian pembelajaran dengan capaian pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Memahami konsep pembelajaran berdifrensiasi/implementasi diagram frayer, memahami prinsip-prinsip pembelajaran paradigma baru serta memahami berbagai model/pendekatan metode yang bervariasi dalam menerapkan pembelajaran paradigma baru. Hal ini menjadi bagian yeng penting sebagai proses dalam menerapkan pembelajaran.

Terakhir adalah asesmen. Dalam hal ini, yang erlu kita lakukan sebagai guru adalah memahami konsep asesmen pada kurikulum merdeka. Prinsip ini perlu kita pahami agar tidak salah dalam menyusun asesmen dan melaksanakan asesmen. Sehingga apa yang menjadi harapan dan tujuan dari kurikulum merdeka dapat dicapai dengan baik. Itulah beberapa prinsip penting yang perlu kita persiapkan dengan sebaik mungkin.  Dengan  begitu, penggantian kurikulum tidak hanya sekedar ganti-ganti saja, tetapi juga memberikan  perbaikan yang optimal pada pengetahuan, kreativitas, dan produktifitas siswa. (*)