Tingkatkan Hasil Belajar dengan Metode Kooperatif Picture and Picture

Oleh: Rina Eko Yulianti, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 02 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

MENGHADAPI tantangan terhadap peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan efektivitas pendidikan sebagai tuntutan nasional sejalan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat. Program kurikulum dapat tercapai dengan baik jika programnya didesain secara jelas dan aplikatif.

Selamat Idulfitri 2024

Hal inilah yang membuat para guru dituntut untuk memiliki kemampuan mendesain programnya dan sekaligus menentukan strategi instruksional yang harus ditempuh. Para guru harus memiliki ketrampilan memilih dan menggunakan metode belajar untuk diterapkan dalam sistem pembelajran yang efektif. Oleh karena itu, guru dipandang sebagai agen modernisasi dalam segala bidang.

Usaha utama yang dapat dilakukan oleh guru adalah melalui program pendidikan bagi para siswa. Dalam melakukan usaha pencapaian tujuan pendidikan di sekolah tersebut, guru berperan penting dalam mmenggunakan metode dan cara untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Salah satu indikator rendahnya prestasi siswa Sekolah Dasar (SD) ini adalah kurangnya partisipasi siswa dalam mengikuti mata pelajaran. Siswa cenderung pasif, keberanian untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan juga kurang. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar terkesan kurang menunjukkan aktivitas yang berarti.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan guru yang lebih senang menggunakan strategi belajar cepat dan praktis untuk menstransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Sementara itu, siswa sudah bosan dengan strategi yang diberikan guru. Kondisi seperti ini jelas berakibat pada prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PKn sangat rendah.

Apabila dilakukan pengkajian lebih lanjut, maka faktor-faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan dari suatu pembelajaran dapat berasal dari banyak faktor. Dimana meliputi faktor eksternal dan internal. Faktor internal dipengaruhi oleh keadaan siswa, misalnya kesehatan, kondisi psikologi siswa atau konsentrasi siswa itu sendiri.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat memberikan pengaruh pada pembelajaran. Misalnya, kurangnya kemampuan Guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna.

Umumnya, peserta didik lebih banyak memperolah pengalaman tak langsung. Peserta didik lebih banyak memperolah informasi hanya pada taraf percaya, baik percaya pada gurunya maupun pada buku. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami pembelajaran.

Kurang berhasilnya pendidikan dipengaruhi oleh beberapa factor. Dari banyaknya faktor yang membuat kurang optimalnya pembelajaran tersebut, ada faktor utama yang menjadi alasan ketidakberhasilan pembelajaran. Faktor tersebut terletak pada proses saat berlangsungnya pembelajaran.

Guru sebagai salah satu komponen utama yang mempengaruhinya. Ketidakpahaman guru dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki, menjadikan guru kesulitan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna khususnya bagi kelas rendah ini.

Proses pembelajaran yang seharusnya dapat membuat siswa semangat dalam mengikutinya, justru membuat siswa bosan karena proses pembelajarannya hanya dilakukan dengan kegiatan yang tetap. Misalnya mendengarkan guru menjelaskan, kemudian mengerjakan tugas. Hal tersebut dapat membuat siswa merasa jenuh dan tidak termotivasi untuk lebih semangat dalam pembelajaran.

Salah satu cara yang dapat diterapkan oleh guru dalam melakukan pengajaran khususnya di sekolah dasar adalah dengan melakukan inovasi model pembelajaran yang lebih efektif. Salah satunya adalah dengan menggunakan model kooperatif tipe picture and picture.

Keuntungan dari metode picture and picture adalah siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Sehingga dapat meningkatkan daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa dituntut untuk menganalisa gambar yang ada. Selain itu juga dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, karena dalam metode ini guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar. Pembelajaran pun lebih berkesan sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telahdipersiapkan oleh guru.

Untuk melaksanakan metode pembelajaran kooperatif model picture and picture memerlukan persiapan yang cukup matang. Guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model picture and picture.

Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran. Meskipun dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. (*)