Memaksimalkan Keaktifan Belajar Bilangan dengan Media Gambar

Oleh: Riyati, Spd. SD
SD Negeri 01 Loning, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

PROSES belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Belajar mengacu pada apa yang dilakukan oleh siswa sedangkan mengajar mengacu kepada apa yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam kegiatan pembelajaran Matematika materi bilangan di SD Negeri 01 Loning, peserta didik merasa kesulitan dan kurang aktif. Anak cenderung bermain sendiri, ngobrol dengan temannya dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Hal ini disebabkan pembelajaran yang kurang menarik karena berpusat pada guru dan kurang variasi dalam menggunakan metode pembelajaran. Metode yang digunakan hanya ceramah dan cenderung membosankan.

Menyikapi permasalahan yang muncul, maka sebaiknya diperlukan implementasi model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa. Salah satunya yaitu dengan model pembelajaran Kooperatif dengan permainan menggunakan media gambar dan juga kartu bilangan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Keaktifan dapat berupa kegiatan yang bersifat fisik maupun mental. Dimana para siswa berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman,2001:98). Keaktifan belajar adalah proses kegiatan belajar-mengajar yang subjek didiknya secara intelektual mampu berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan belajar (Sudjana:2010).

Dalam hal ini, Gallahue (1984) juga berpendapat bahwa bermain adalah suatu aktivitas langsung dan spontan. Dimana seorang anak berinteraksi dengan orang lain atau benda-benda di sekitarnya dengan senang, sukarela dan dengan imajinatif. Mereka menggunakan panca inderanya, tangannya atau seluruh anggota badannya untuk bermain.

Dalam pembelajaran ini, guru menggunakan media gambar dan juga kartu lambang bilangan untuk mengajarkan pengenalan bilangan. Media gambar digolongkan ke dalam media visual yang dapat diartikan sebagai suatu perantara yang paling umum dipakai. Media gambar merupakan bahasa yang umum dan dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana. Media ini berfungsi untuk menyampaikan pesan dari simbol-simbol komunikasi visual. Tujuannya untuk menarik  perhatian, memperjelas materi mengilustrasikan fakta dan informasi.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Media gambar dan kartu bilangan dapat ditemui dengan mudah dari berbagai sumber, bahkan dapat dibuat sendiri. Menurut Daryanto (2011;100), penggunaan media gambar dalam kegiatan pembelajaran memiliki beberapa kelebihan yaitu, mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa. Harganya pun relatif murah bila dibandingkan jenis media pengajaran lainnya. Gambar dapat digunakan dalam bermacam hal untuk berbagai jenjang dan berbagai disiplin ilmu. Selain itu,  gambar juga dapat menerjemahkan konsep dan gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik.

Langkah-langkah menggunakan media gambar dan juga kartu bilangan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : 1) Guru menjelaskan materi bilangan dengan menunjukkan gambar dan kartu bilangan yang sesuai. 2) Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk maju untuk mencoba menjawab pertanyaan dengan menunjukkan gambar yang sesuai dengan kartu bilangan yang di sebutkan oleh guru, 3) Guru membuat kelompok kecil terdiri dari 3 atau 4 anak untuk meberdiskusi dengan bermain mencocokkan gambar dan kartu bilangan yan sesuai, 4) Guru mengevaluasi dan bersama dengan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan penggunaan media gambar dan juga kartu bilangan, peserta didik lebih antusias berperan aktif dalam proses kegiatan pembelajaran Matematika dan meningkatkan kreativitas guru serta memperbaiki kinerjanya. Hal ini dapat menunjang profesionalitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan. (*)