Tingkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar dengan Kooperatif Talking Chips

Oleh: Imron Rozad, S.Pd.SD
Guru  SD 1 Pladen, Kec. Jekulo, Kab. Kudus

PENDIDIKAN diselenggrakan sebagai upaya untuk mengimbangi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang maju. Melalui pendidikan, generasi penerus diarahkan agar menjadi lebih cerdas dan kompetitif untuk mempersiapkan kehidupan yang berkualitas di masa yang akan datang. Guru memiliki peranan yang penting bagi pendidikan guna menciptakan individu yang unggul baik dari pengetahuan maupun akhlaknya.

Selamat Idulfitri 2024

Guru juga harus memiliki keterampilan mengajar yang baik serta mampu mengenal katakteristik masing-masing siswa demi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dalam proses pembelajarannya, guru diwajibkan untuk memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa dan mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Partispasi aktif siswa saat pembelajaran dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta memudahkan siswa untuk menerima dan memahami pembelajaran dengan baik. Partisipasi belajar siswa yang tinggi akan berpengaruh pada tingkat tercapainaya prestasi belajar siswa (Juwariyah, 2017: 171).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Salah satu bentuk partisipasi belajar yaitu, adanya interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dalam pembelajaran sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif di dalam kelas. Dengan demikian, guru harus mampu memotivasi dan mendorong siswa untuk lebih terlibat aktif dalam pembelajaran. Kurangnya partisipasi aktif siswa saat proses pembelajaran disebabkan oleh beberapa faktor permasalahan, yaitu: (1) partispasi aktifi siswa dalam kegiatan pembelajaran rendah, (2) selama proses pembelajaran berlangsung, guru terlihat lebih mendominasi kelas, sedangkan siswa cenderung pasif, (3) siswa kurang percaya diri dalam mengungkapkan pendapat saat pembelajaran, (4) siswa sulit fokus dan cepat bosan dalam kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik, (5) model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang bervariasi dan kurang merangsang partisipasi belajar siswa, (6) sebagian besar siswa menganggap mata pelajaran IPA sebagai mata pelajaran yang cukup sulit.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pada pembelajaran IPA, materi-materi yang dipelajari berhubungan dengan alam semesta yang cangkupannya luas sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami pelajaran. Mempelajari IPA tidak bisa hanya sekedar memberikan materi, namun harus dipelajari melalui observasi ataupun praktikum untuk melihat secara langsung fenomena yang terjadi. Oleh sebab itu, mengingat pentingnya keaktifan partisipasi siswa dalam belajar, guru diwajibkan memiliki inovasi dan kreatifitas yang tinggi dalam melaksanakaan kegiatan pembelajaran dikelas guna menciptakan kondisi belajar yang lebih aktif, efektif dan menyenangkan bagi siswa. selayaknya perlu dilakukan inovasi dalam pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut, yaitu menciptakan kondisi pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan interaktif untuk membangkitkan semangat belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan variasi model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Penerapan model pembelajaran harus seimbang dengan karakter siswa, sehingga memungkinkan pendidik untuk mengelola kelas dengan baik. Oleh karena itu, model pembelajaran mampu mendorong tumbuhnya rasa senang dannyaman siswa terhadap pembelajaran, mampu menumbuhkan dan meningkatkan motivasi, kreatifitas, inovasi serta mengaktifkan partisipasi siswa.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif . Dalam pembelajaran kooperatif ini, siswa memiliki dua kewajiban, yaitu belajar untuk diri sendiri dan belajar untuk membantu anggota kelompok lainnya. Pengaruh positif dari pembelajaran ini adalah siswa diberikan kesempatan untuk terlibat aktif dalam kelompok sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi siswa. Tujuan akhir dari pembelajaran kooperatif yaitu, mengoptimalkan seluruh potensi individu menjadi kompetensi kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. (*)