Pembelajaran Berbasis Video Mudahkan Siswa Belajar di Masa PTM Terbatas

Oleh: Surinto, S.Pd.SD
Guru SDN 04 Jrakah, Kec. Taman, Kab. Pemalang

TEKNOLOGI informasi berkembang dengan begitu cepat. Perkembangan ini telah mengubah paradigma dalam kehidupan masyarakat, salah satunya di bidang pendidikan (Wiana, 2017). Guru dituntut untuk bersaing dengan kemajuan teknologi, karena sebagian besar siswa saat ini, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gadget. Hal ini menyebabkan pembelajaran di dalam kelas tidak lagi menarik perhatian. Di samping itu, media belajar yang bersifat dua dimensi kadang membuat siswa mengalami kendala dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, terutama pembelajaran sains atau Ilmu Pengetahuan Alam. Selain itu, keterbatasan ruang dan waktu juga menjadi masalah serius.

Selamat Idulfitri 2024

Perkembangan pesat e-learning atau pembelajaran yang dapat dilakukan melalui internet menjadi angin segar bagi siswa yang saat ini dihadapkan pada suatu kondisi pembelajaran tatap muka terbatas, sebagai akibat dari merebaknya pandemi Covid-19. Sebagian besar guru, termasuk guru kelas VI SDN 04 Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menerapkan sistem blended learning yang memadukan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran melalui e-learning. Ada banyak fitur tersedia dalam e-learning, salah satu di antaranya yaitu video pembelajaran. Video pembelajaran merupakan media belajar dengan sifat 3 dimensi yang memungkinkan siswa melihat dengan jelas dan memahami konsep pelajaran yang rumit.

Kolaborasi e-learning dengan video pembelajaran diharapkan bisa mengatasi masalah pembelajaran dengan sistem tatap muka terbatas seperti saat ini. Teknologi video dipandang lebih cocok daripada teks digital untuk pembelajaran berbasis konteks, karena dapat menyampaikan informasi atau pengetahuan dengan cara yang lebih menarik dan dapat membantu siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan.

Menurut Slamet (2012), video pembelajaran merupakan media yang menyajikan pesan audiovisual, bahasa, prosedur, teori aplikasi untuk membantu pemahaman dari teori pembelajaran. Salah satu alat yang sering dilihat sebagai sumber daya penting dalam menyikapi akuisisi pengetahuan pedagogis adalah video di kelas.

Video menawarkan kesempatan untuk mengamati pengajaran mata pelajaran tertentu dan pendekatan tertentu untuk mengajar dan belajar selama periode panjang video dalam waktu terbatas. Keuntungan utama dalam penggunaan video adalah kemampuan untuk membantu siswa dengan menjembatani ketidakhadiran siswa dalam kelas tatap muka terbatas, serta membantu siswa memahami materi yang mungkin sulit ditangkap apabila diberikan secara lisan oleh guru di dalam kelas.

Keterbatasan alokasi waktu tatap muka menjadi faktor utama yang mendorong guru untuk menggunakan video pembelajaran dalam menyampaikan materi ataupun pemberian tugas kepada siswa. Dengan alokasi waktu yang terbatas pada pembelajaran tatap muka, siswa tidak perlu meninggalkan kenyamanan rumah mereka untuk belajar dan belajar akan berlangsung lebih efektif dengan video pembelajaran yang interaktif. Dengan smartphone, video pembelajaran dapat diakses kapan dan di mana saja, selama memiliki akses internet. Dengan demikian, dapat menguntungkan baik untuk siswa maupun guru dalam kegiatan pembelajaran di rumah.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, media diperlukan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun manfaat penggunaan media pembelajaran berbentuk video pada proses pembelajaran adalah sebagai berikut: Pertama, sangat membantu guru dalam mencapai efektivitas pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang mayoritas praktik; Kedua, memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam waktu yang singkat; Ketiga, dapat merangsang minat belajar siswa untuk lebih mandiri; Keempat, siswa dapat berdiskusi atau minta penjelasan kepada teman sekelasnya; Kelima, siswa dapat belajar untuk lebih berkonsentrasi; Keenam, daya nalar siswa lebih terfokus dan lebih kompeten; Ketujuh, siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk mempraktikkan latihan-latihan; dan Kedelapan, hal-hal yang bersifat abstrak dapat dikonkretkan.

Selain manfaat yang disebutkan di atas, penggunaan media video juga dapat menjadikan guru lebih kreatif dalam mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, serta dapat melakukan penilaian terhadap bagian yang kurang dari media pembelajaran yang dibuatnya. (*)