Bagaimana Tips Menghilangkan Kesan Matematika tidak Sulit

Oleh: Ruhardi, S.Pd
Guru SMK N 1 Karangawen, Kabupaten Demak

TAHUN ajaran baru 2022/2023 dimulai sejak 11 Juli 2022 dan ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Setelah pelaksanaan MPLS, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai dan aktivitas pembelajaran dilaksanakan dengan cara Pemelajaran Tatap Muka (PTM). Pelajaran matematika sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pelajaran yang sangat ditakuti oleh siswa dan orang tua, karena jika siswa tidak bisa menyelesaikan masalah matematika, ujung-ujungnya akan dialihkan ke orang tua. Mengapa dianggap susah dan ditakuti, karena sejak awal para siswa sudah tertanam bahwa matematika itu sangat sulit, apalagi yang berkaitan dengan hitung menghitung. Banyak dijumpai para siswa sulit menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan perpangkatan. Adapun faktor yang menyebabkan sampai terjadinya hal tersebut yaitu berasal dari dalam diri siswa dan lingkungan sekitarnya. Siswa belum atau tidak tertarik dengan matematika, terutama yang berkaitan dengan hitung menghitung karena belum menguasai dasar-dasar operasi hitung, dan tidak ada motivasi dari dalam diri sendiri. Sedangkan dari lingkungan sekitar, yang paling mendasar ada pada diri sang guru, seperti sifat gutu yang galak, sering marah, sering memberi latihan dan tugas di rumah tapi tidak pernah dibahas, suasana ruangan kelas yang tidak memadai (pencahayaan kurang, tempat duduk yang berantakan dan kebersihan kelas kurang terjaga), dan lain sebagainya yang membuat matematika dianggap sulit.

Selamat Idulfitri 2024

Bagaimana seharusnya mengubah paradigma bahwa matematika itu tidak sulit dan menakutkan, serta apa saja yang harus dilakukan agar pembelajaran matematika itu menyenangkan dan mengasyikkan antara lain: Pertama mengubah pandangan bahwa matematika tidak sulit, yaitu dengan memberi materi yang sederhana dan mudah dipahami sehingga siswa dapat dengan mudah untuk mengerjakan dan memahaminya, berilah sanjungan berupa tepuk tangan, acungan jempol sehingga siswa merasa dihargai dan di perhatikan jika bisa mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya, jika ada siswa yang tidak bisa mengerjakan berilah sanjungan juga “sudah bagus hanya kurang teliti dan kurang sabar lain kali coba lagi ya” dengan demikian anggapan yang selama ini matematika itu sulit akan berubah menjadi menyenangkan hanya karena perhatian yang tulus yang diberikan kepada siswa; Kedua adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, baik di sekolah maupun di rumah. Di sekolah peran seorang guru sangat besar, hilangkan sosok guru yang galak dan sering marah-marah diubah menjadi sosok guru yang disenangi siswa dan dinanti kehadirannya diruang kelas sosok yang penuh dengan humoris, santun dan menjadi panutan dalam tutur kata dan perilaku. Ruang kelas di mana tempat duduk tertata rapi kebersihan ruang kelas yang bersih dan pencahayaan ruang kelas yang cukup; Ketiga memahami konsep dasar dan jangan malu bertanya. Pemahaman konsep dasar sangat penting karena akan menjadi bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam matematika, dan jangan malu bertanya setiap mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal; Keempat kuasai operasi perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Jika keempat ini bisa dipahami, maka perubahan anggapan anak terhadap matematika tidak sulit; Kelima perbanyak latihan, sehingga ranah kognitif akan mulai terasah sedikit demi sedikit, sehingga nanti akhirnya akan menjadi kebiasaan; Keenam mencoba latihan-latihan dengan berbagai cara, sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki; dan Ketujuh jangan takut gagal dalam menyelesaikan tugas atau soal, karena ada pepatah kegagalan adalah awal dari kesuksesan. (*)