Pengaruh Pembelajaran Seni Tari terhadap Perkembangan Sikap Siswa

Oleh: Dwi Tuty Aryanti,S.Pd
SMP N 1 Kebonagung, Kabupaten Demak

SENI tari merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Proses pembelajaran seni tari berbeda dengan mata pelajaran lain, di mana dalam proses pembelajaran setiap siswa dituntut untuk dapat memahami dan menyatukan perasaan kita dengan gerak yang dilakukan. Jika siswa terbiasa melakukan gerakan-gerakan yang serampangan, maka hasilnya pun sulit untuk dilakukan, karena dalam seni tari menuntut keseriusan dari siswa.

Dalam memulai belajar seni tari, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan. Untuk mempelajari tari tunggal, langkah yang harus dilakukan antara lain: meningkatkan rasa percaya diri, ini penting karena dengan kepercayaan yang tinggi, maka mental siswa tidak akan minder saat naik panggung atau memperagakan tariannya; kemudian mampu menguasai lokasi tempat/lokasi menari, ini penting dilakukan agar saat siswa menari tidak keluar dari lokasi yang telah ditentukan; selanjutnya adalah mampu menarik perhatian penonton ini sangat berguna untuk meningkatkan profesional siswa dalam memperagakan tariannya yang lemah gemulai, sehingga para penonton terhipnotis larut dalam lenggak lenggok sang penari; dan tidak kalah penting siswa harus hafal semua gerakan tari yang akan dipertontonkan, dimulai dari gerakan awal atau pembuka, gerakan inti dan gerakan penutup

Untuk Tarian berkelompok, langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain: setiap anggota kelompok harus melakukan latihan bersama sama secara teknik, hal ini dilakukan agar semua anggota merasakan kebersamaan dalam melakukan gerakan tari; semua anggota dalam kelompok harus mempunyai kemampuan teknis dan praktis dalam melakukan tariannya secara sejajar dan formasi, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak kacau dan berantakan; semua anggota kelompok mampu membuat satu atau lebih komposisi gerak yang berdasarkan posisi sejajar, baik dalam keadaan simetris maupun yang tidak simetris; memahami tingkatan gerak penari, kapan melakukan tarian dengan lambat, sedang dan cepat; memperhatikan pola dan tempo gerakan tari; stamina yang prima; iringan gending yang harus harmoni dengan gerakan-gerakan yang dilakukan; dan yang tidak kalah pentingnya adalah pemakaian busana tari ini sangat vital dalam pertunjukan tari, sehingga para siswa harus mampu mengelola pemakaian busana yang anggun, serta terlihat indah dengan paduan tarian yang dipertontonkan.

Pengaruh yang ditimbulkan seni tari terhadap perkembangan siswa adalah dapat menumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa, menumbuhkan rasa saling menghormati antar sesama, mempertebal mental, dan membawa perubahan sikap siswa yang meliputi perkembangan motorik serta perkembangan kognitif. Hal ini meliputi kemampuan berpikir logis, kritis dalam menyikapi setiap gerakan, kemampuan memberi alasan jika ada gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan alur tari, kemampuan memecahkan masalah jika terjadi kesalahan gerak dan dapat menemukan hubungan sebak akibat yang ditimbulkan saat pertunjukan.

Perkembangan bahasa terkait kemampuan sesuai ungkapan hati siswa tercermin dari perilaku dengan bahasa yang santun dan unggah-ungguh yang tetap terjaga, bagaimana cara berbicara dengan sesama seusia, berbicara dengan yang lebih tua, dan berbicara dengan yang lebih muda. Perkembangan sosial kemampuan siswa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, dalam hal ini lingkungan di atas panggung dan sekitar panggung, penonton, iringan musik/gamelan, pencahayaannya dan kelompoknya. (*)