Joyful Learning Atasi Kejenuhan Siswa dalam Pembelajaran IPS

Oleh: Merline Nurcahyani, S.Pd.
Guru IPS SMP N 4 Sragen, Kabupaten Sragen

PEMBELAJARAN merupakan suatu proses transfer science dua arah, antara guru dengan siswa dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Guru harus menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) kelas IXB SMP Negeri 4 Sragen, keterlibatan siswa sangat minim. Sebanyak 55% siswa cenderung bersikap pasif dan apatis karena tingginya peran guru dalam pembelajaran atau sering disebut teacher centered approach. Media pembelajaran yang digunakan guru juga kurang menarik, akibatnya siswa jenuh dan tidak termotivasi sehingga mengakibatkan prestasi belajar siswa rendah.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, penulis sebagai guru IPS mencari solusi dengan menerapkan metode Joyful Learning. Penerapan metode tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif untuk berpikir kritis dan kreatif. Potensi siswa juga diharapkan berkembang optimal, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Joyful Learning merupakan suatu proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat hubungan kuat antara guru dan siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan dalam mengembangkan kemampuan berpikir, membangun sendiri konsep materi pelajaran, serta kemampuan merumuskan kesimpulan dan menghadapkan siswa kepada suatu keadaan yang menyenangkan sehingga dapat membuat menyukai materi yang diberikan (Rusman: 2010).

Menurut Catarinacatur (2008), Joyful Learning dapat mempercepat penguasaan dan pemahaman materi pelajaran yang dipelajari, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk belajar lebih cepat. Materi pelajaran yang sulit dibuat lebih mudah, sederhana dan tidak bertele-tele sehingga tidak terjadi kejenuhan dalam belajar.

Ciri pokok Joyful Learning ialah adanya lingkungan yang tidak membuat tegang, aman, menarik, tidak membuat ragu anak untuk melakukan sesuatu, menggunakan semua indra, dan terlihat anak antusias dalam beraktivitas. Siswa berani mencoba, berani melakukan sesuatu, berani bertanya, berani mengemukakan pendapat, berani mempertanyakan ide siswa lain, memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tugas yang diberikan guru, senang belajar serta hasil belajar siswa meningkat (Mohammad Jauhar: 2011).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan Joyful Learning, guru dapat memfasilitasi siswa untuk belajar lebih mudah dan menyenangkan, memiliki dorongan untuk selalu ingin tahu, dan berusaha mencari tahu dengan sendirinya sehingga hal ini akan mengurangi tingkat kejenuhan dalam belajar. Joyful learning menggunakan pendekatan-pendekatan permainan, rekreasi, dan menarik minat yang menimbulkan perasaan senang, segar, aktif dan kreatif.

Adapun sintaks pembelajaran dengan metode Joyful Learning adalah: 1) Persiapan. Guru menyampaikan Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa dan memberikan motivasi berupa kata-kata dan lagu-lagu/nyanyian yang dapat membantu siswa keluar dari rasa tertekan dan menjadi tertarik dengan pembelajaran; 2) Pelaksanaan. Guru mempertemukan pembelajaran dengan materi belajar yang dikaitkan dengan hal-hal nyata yang dapat ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tercipta dari apa yang dipikirkan, dikatakan serta dilakukan siswa, dan bukan dari guru. Guru meminta siswa berulang-ulang mempraktikkan suatu keterampilan, membicarakan apa yang mereka alami dan rasakan, serta yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasinya. Untuk menarik dan memancing keaktifan siswa, dapat diselingi dengan yel-yel, humor, pemberian hadiah, serta pujian bagi siswa yang aktif dalam pembelajaran; 3) Penutup. Guru dan siswa merefleksi dan memberi tanggapan tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membuat kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Berdasarkan pengalaman di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan Joyful Learning sebagai metode pembelajaran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam pembelajaran IPS. Terbukti, setelah diadakan penilaian pada materi Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi kelas IX B SMPN 4 Sragen tahun pelajaran 2021/2022 dengan hasil nilai rata-rata 80,6 dan semua siswa nilainya di atas KKM 75. Siswa sangat berantusias secara aktif, kreatif dan lebih enjoy dalam belajar sehingga prestasi belajar menjadi maksimal. (*)