Mengekspresikan Giving And Asking Attention untuk Materi Bahasa Inggris Siswa Kelas 8

Oleh: Warningsih
Guru SMP Negeri 3 Petarukan, Kabupaten Pemalang

BELAJAR bisa didapat dari mana saja di sekitar tempat kita menetap, terutama belajar bahasa. Bahasa bisa diperoleh dari faktor kebiasaan. Kebiasaan mendengarkan orang berbicara akan menimbulkan imitation lesson. Secara praktis akan bisa menyesuaikan dengan cara menirukan. Karena bahasa itu adalah seni, dan seni adalah estetika, sehingga orang mudah menirukannya. Bahasa merupakan gerak atau isyarat manusia sebagai alat penyambung satu sama lain yang bisa menghasilkan suara. Suara dua orang atau lebih akan terdengar menjadi percakapan. Sebuah percakapan membutuhkan lawan bicara. Baik lawan bicara maupun nara sumber ketika berbicara saling ada perhatian. Perhatian akan memberikan respons. Jika sudah respons, maka kita saling memberikan perhatian. Kita menghendaki agar orang lain juga bisa memperhatikan pembicaraan kita. Hal ini bisa terjadi juga saat guru di dalam kelas. Guru meminta perhatian dan siswa memberikan perhatian kepada guru. Dalam lingkungan masyarakat juga terjadi. Interaksi seperti ini bisa dikatakan asking and giving attention.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, materi asking and giving attention diajarkan di kelas 8 semester 1. Dalam Bahasa Inggris, meminta dan memberi perhatian disebut sebagai asking and giving attention. Hal tersebut merupakan ekspresi dalam menanyakan dan menanggapi percakapan. Jika ada rangsangan dari speaker, maka listener akan berkomentar terhadap rangsangan tersebut. Dan jika percakapan itu sering kita dengar baik melalui pembicara langsung atau media akan mudah dipraktikkan dengan menirukan.

Imitation atau imitasi adalah meniru atau tiruan. Imitation lesson berarti belajar dengan cara meniru. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas imitasi atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi, seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indra sebagai penerima rangsang, dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan motorik. Proses ini melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi karena tidak hanya melibatkan bahasa, namun juga pemahaman terhadap pemikiran orang lain. Proses meniru ini bisa melalui media komunikasi langsung atau alat bantu.

Mempelajari tentang ekspresi meminta, memberi, dan memberikan tanggapan atas opini/pendapat sering terjadi setiap hari. Dalam pembelajaran, attention sama seperti memberi opini terhadap lawan pembicara atau speaker. Penulis menggunakan metode imitation lesson untuk mempermudah listener sebagai awal pembelajaran

Untuk bisa mengemukakan suatu pendapat, kita perlu terapkan bahasa pengantar. Bahasa pengantar misalnya dengan ungkapan asking attention, seperti Excuse me, May I have attention? Is it clear? Pay attention please! can you help me? Look at me! Any question? attention please! really? Tell me more about it. Dengan mendengarkan ungkapan di atas, peserta didik akan meniru. Cara ini yang disebut imitation lesson. Siswa merasa lebih mudah untuk mengungkapkan asking dan giving attention dengan model meniru.

Imitation lesson bisa diperoleh melalui media sosial atau alat komunikasi yang lain pada internet. Imitasi yang seperti ini disebut kecerdasan buatan, karena diperoleh dan dipelajari dari media sosial. Hal ini berkaitan dengan fungsi imitasi pada pembelajaran, terutama belajar bahasa Inggris. Kemampuan manusia untuk meniru lebih cepat daripada membaca. Imbas dari berinteraksi melalui media sosial semakin luas, sehingga proses belajar lebih mudah. Anak-anak tidak lagi kesulitan dalam belajar bahasa Inggris tentang asking dan giving attention dengan bantuan alat media. (*)