Belajar Tematik Siswa Kelas V SD melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Oleh: Tri Astuti, S.Pd.
Guru SD Negeri 01 Losari, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PELAKSANAAN Kurikulum 2013 pada jenjang Sekolah Dasar (SD) menggunakan pembelajaran tematik secara keseluruhan. Supraptiningsih (2010:10) mengemukakan bahwa pembelajaran tematik lebih menekankan pada konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Trianto (2010:70) menambahkan bahwa pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan materi pada beberapa muatan pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, dalam merancang pembelajaran tematik guru perlu mengemas pengalaman belajar yang akan mempengaruhi makna belajar siswa. Selain itu, penerapan pembelajaran tematik di SD sesuai dengan tahap perkembangan siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). Kegiatan belajar yang bermakna bagi siswa dapat melatih siswa dalam berpikir kritis, mengembangkan keterampilan sosial siswa seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap pendapat orang lain.

Selamat Idulfitri 2024

Untuk meningkatkan aktivitas belajar tematik siswa, guru dapat menggunakan berbagai cara. Penerapan pembelajaran kooperatif merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru. Inti dari pembelajaran kooperatif yaitu siswa belajar dalam kelompok. Melalui kerja kelompok tersebut, aktivitas belajar siswa dapat meningkat karena adanya interaksi antar siswa di dalam kelompok. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Yi Chuan (2014:4), yang menyatakan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dapat membuat proses pembelajaran lebih aktif, serta dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa. Pembelajaran kooperatif terdiri dari berbagai macam tipe, salah satunya yaitu tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang merupakan tipe paling sederhana dari model pembelajaran kooperatif. Dalam praktiknya, pada pembelajaran di kelas V SD kita bisa diterapkan untuk memaksimalkan hasil belajar yang lebih baik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pembelajaran kooperatif tipe STAD meliputi presentasi kelas, tim, kuis, skor perkembangan individu, dan rekognisi tim. Langkah-langkah dalam STAD terdiri dari tahap menyajikan materi, tahap kerja kelompok, tahap tes individu, tahap perhitungan skor perkembangan individu, dan tahap penghargaan kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memunculkan aktivitas belajar siswa pada setiap tahap pembelajarannya. Pada tahap menyajikan materi, siswa dapat berlatih aktivitas menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, atau mengamati suatu objek. Pada tahap kerja kelompok, aktivitas belajar siswa terjadi pada saat berinteraksi dengan anggota kelompoknya. Tahap tes individu membutuhkan aktivitas siswa dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan. Selanjutnya pada tahap perhitungan skor perkembangan individu dan penghargaan kelompok, aktivitas emosional siswa dapat meningkat karena adanya penghargaan dari guru dalam bentuk sertifikat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk pembelajaran kooperatif tipe STAD. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kelebihan STAD antara lain: (1) siswa bekerja dalam kelompok dengan aturan yang dijunjung tinggi; (2) siswa bekerja sama di dalam kelompoknya; (3) siswa dapat berlatih menjadi tutor bagi anggota kelompoknya yang lain; (4) meningkatkan keterampilan berpendapat siswa dan kemampuan siswa dalam berinteraksi; (5) meningkatkan kecakapan siswa; dan (6) siswa belajar bersama dan tidak bersaing. Sedangkan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD antara lain siswa yang memiliki kemampuan akademik kurang menjadi minder karena siswa yang pandai lebih mendominasi dalam kerja kelompok, sehingga guru harus memiliki kemampuan khusus untuk menguasai langkah-langkah pembelajarannya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Semoga Bapak/Ibu guru bisa memanfaatkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di mana pun berada dan harapannya tidak lain adalah agar suasana pembelajaran di kelas bisa hidup dan tidak membosankan serta ujungnya pada hasil peningkatan belajar siswa. (*)