Bu Harwa Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Wakhidatun Niswah, M.Pd
Guru SDN Kendaldoyong 2, Kec. Wonosalam, Kab.Demak

KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena atau dapat juga diartikan melahirkan pikiran, perasaan, dengan tulisan (Depdiknas, 2003:506). Menurut Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata, gramatikal, dan penggunaan ejaan. Menulis juga merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dipergunakan dalam komunikasi secara tidak langsung. Melalui kegiatan menulis, siswa diarahkan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tulis.

Selamat Idulfitri 2024

Meskipun menulis dilihat sebagai suatu kegiatan ekspresif yang cukup menyenangkan, namun masih menjadi kegiatan yang sulit bagi sebagian orang, termasuk bagi siswa kelas VI di SD Negeri Kendaldoyong 2 Kabupaten Demak. Kesulitan yang dihadapi oleh siswa dapat dilihat pada hasil tulisan yang mereka buat saat mereka mendapat tugas menulis teks narasi tentang pengalaman mereka saat liburan sekolah. Dari hasil tulisan siswa, terlihat bahwa isi dan ide tulisannya belum dikembangkan dengan benar; bahkan tulisannya hanya terdiri dari beberapa kalimat dan tidak berkesinambungan. Hal lain yang ditemukan yaitu urutan kejadian yang tidak tersusun menurut kronologinya, sehingga terkesan acak bahkan tidak menggambarkan pada topik yang dibahas.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan beberapa siswa, kesulitan yang dihadapi dalam menulis teks narasi disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam mengolah ide yang ada dalam pikiran mereka kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Siswa kebingungan bagaimana harus mengawali dan mengevaluasi tulisan mereka sendiri. Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis teks narasi ini, penulis mencoba mengatasinya dengan menggunakan strategi Bu Harwa yang merupakan singkatan dari Buku Harian Siswa.

Buku harian adalah suatu catatan tentang kejadian atau peristiwa yang dialami oleh penulis buku harian, dalam menjalankan kesehariannya sehari-hari. Melalui Bu Harwa, siswa diminta menuliskan kegiatan dan pengalaman yang dia alami pada hari itu juga ketika di sekolah. Menulis buku harian siswa dilaksanakan setiap hari pada akhir sesi pembelajaran dengan menuliskan minimal 10-15 kalimat. Strategi ini didesain untuk memfasilitasi siswa dalam kegiatan menulis mandiri bagi siswa; siswa bisa menulis sendiri pengalaman/kegiatan yang baru saja mereka alami, sehingga diharapkan bisa menuangkan idenya dengan lebih mudah dan runtut. Menulis sendiri apa yang mereka alami sangat membantu siswa untuk pengembangan tulisan ke dalam paragraf dan mengurutkan kronologi kejadian yang akan mereka tulis. Siswa juga dapat melakukan evaluasi dengan membaca kembali tulisan mereka sendiri atau tulisan temannya dan memberikan masukan atau mengoreksi tata bahasa tulisan tersebut. Harapannya siswa dapat dengan mudah mengolah ide pikiran mereka dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang baik dan lebih terstruktur, serta mampu melakukan evaluasi terhadap tulisan mereka.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan dari strategi Bu Harwa untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi ini adalah: pertama, semakin meningkatnya kreativitas siswa dalam menulis teks narasi karena mereka langsung menulis apa yang baru saja mereka alami; kedua, hasil tulisan siswa akan semakin bagus dan semakin runtut karena semakin terlatih dalam menulis narasi kegiatan mereka sendiri; ketiga, kosakata siswa akan semakin bertambah seiring tulisan yang mereka buat. Sedangkan kekurangan dari strategi ini adalah: pertama, guru harus meluangkan waktu khusus bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan menulis; kedua, siswa harus menyiapkan buku khusus untuk menulis kegiatan harian mereka; ketiga, guru memerlukan waktu lebih lama untuk memeriksa hasil tulisan siswa.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Penggunaan strategi Bu Harwa dalam kegiatan menulis sangat efektif dipakai untuk kegiatan menulis teks narasi peserta didik di sekolah. Meskipun begitu, dalam proses pelaksanaannya harus tetap memperhatikan peserta didik yang sedang menulis guna memberikan arahan atau sebagai fasilitator. Strategi ini bisa dijadikan sebagai strategi alternatif jika peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis teks narasi sehingga penggunaan strategi Bu Harwa ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi peserta didik. (*)