Mind Mapping, Metode Menyenangkan Belajar ASEAN

Oleh: Devi Eka Setiyani, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 03 Ampelgading, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

KREATIVITAS sangat penting bagi perkembangan siswa, karena berpengaruh besar terhadap totalitas kepribadian seseorang dan kesuksesan dalam pembelajarannya. Menurut Andang Ismail (2003: 133), kreativitas dapat menjadi kekuatan yang menggerakkan manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, bodoh menjadi cerdas, pasif menjadi aktif dan sebagainya. Guru sebagai salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, harus mempunyai kemampuan mengajar secara profesional dan terampil dalam menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu metode pembelajaran yang dapat merangsang siswa lebih tertarik pada materi pelajaran yang disampaikan guru dan melatih siswa lebih kreatif yaitu Mind Mapping. Menurut Tony Buzan (2012:4), Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran kita. Mind Mapping merupakan suatu teknik mencatat yang menggunakan kata-kata, warna, garis, simbol, serta gambar dengan memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Selain itu, cara ini juga menenangkan, menyenangkan, dan kreatif. Dengan menggunakan Mind Mapping, maka kemampuan untuk mengingat dan kreativitas akan meningkat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Mind Mapping merupakan metode pembelajaran di mana siswa dikelompokkan dalam tim kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda untuk memetakan pikiran, dan merupakan satu teknik mencatat yang kreatif dan efektif. Suyatno (2009: 99) mengemukakan bahwa peta pikiran adalah cara termudah untuk mendapatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Mind Mapping dapat dibuat dengan menggunakan tulisan tangan dengan mengombinasikan warna, gambar juga cabang-cabang melengkung sesuai yang diinginkan, sehingga Mind Mapping menjadi tidak bosan untuk dilihat secara visual. Mind Mapping merekam seluruh informasi melalui simbol, gambar, garis, kata, dan warna. Catatan yang dihasilkan menggambarkan pola gagasan yang saling berkaitan dengan topik utama di tengah dan sub topik dengan rinciannya diletakkan pada cabang-cabangnya. Mind Mapping ini akan lebih efektif jika dibandingkan dengan metode mencatat biasanya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Oleh karena itu, metode Mind Mapping ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan pembelajaran, terutama dalam pembelajaran mata pelajaran IPS. Di dalam kurikulum 2013, guru dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang berbasis tema, sehingga siswa terkadang kurang fokus pada masing-masing muatan mata pelajaran. IPS khususnya pada siswa kelas VI SD Negeri 03 Ampelgading, materi ASEAN menjadi salah satu materi yang sulit untuk meraih hasil belajar maksimal. Hal ini dikarenakan cakupan materi ASEAN sangat luas dan memerlukan kemampuan berpikir afektif dan mengingat. Pernyataan ini dibuktikan dengan ketuntasan hasil belajar yang masih rendah. Untuk itu, penulis menggunakan metode Mind Mapping ini untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan metode ini, siswa diarahkan untuk memetakan pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan materi ASEAN seperti informasi karakteristik, kehidupan sosial budaya, dan pengetahuan-pengetahuan lain tentang negara-negara anggota ASEAN. Melalui kerja kelompok untuk membuat peta pikiran ini, siswa akan menggali sendiri wawasan tentang negara-negara anggota ASEAN. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan siswa, serta mempermudah siswa dalam mengingat materi yang diajarkan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan menggunakan metode Mind Mapping, maka keseluruhan konsep materi pelajaran akan terangkum menjadi sebuah bagan yang membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita membandingkannya, dan mensyaratkan kita untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan atau materi yang membantu mengalihkan informasi tentang hal yang ada dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Dengan demikian, siswa aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (*)