Belajar Berhitung Permulaan Cepat dan Efektif dengan Jari

Oleh: Rini Sulistyowati, S.Pd.SD.
Guru SD Negeri 01 Gintung, Kec. Comal, Kab. Pemalang

MATEMATIKA adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir. Oleh karena itu Matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk menghadapi kemajuan IPTEK, sehingga Matematika perlu dibekalkan pada peserta didik sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) bahkan sejak usia TK. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan tingkah laku. Pembelajaran Matematika adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang sengaja dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dengan memanipulasi simbol-simbol dalam Matematika, sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran Matematika adalah suatu pembelajaran yang bertujuan untuk melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, mengembangkan aktivitas kreatif, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi. Pembelajaran Matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan Matematika yang dipelajari.

Belajar berhitung pada peserta didik, terutama yang masih duduk di bangku kelas 1 (satu) terkadang masih mengalami kesulitan. Maka dari itu, bimbingan dari orang tua dan guru pun diperlukan untuk mengajari berhitung di usia yang masih terbilang dini itu. Belajar berhitung anak SD atau anak usia dini tentu akan berbeda dalam hal waktu dan strategi dengan anak yang sudah duduk di bangku sekolah yang lebih tinggi.

Belajar berhitung sering kali menjadi momok bagi sebagian anak, sehingga berhitung menggunakan jari dapat dikatakan sebagai salah satu metode atau cara berhitung cepat yang sederhana namun paling efektif. Menghitung menggunakan jari dapat membantu peserta didik dalam menyelesaikan persoalan matematika permulaan seperti penjumlahan dan pengurangan. Cara ini juga dapat mengaktifkan otak kanan peserta didik, karena mereka dapat belajar sambil menggerakkan bagian tubuh yang lain.

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran berhitung menggunakan jari, pertama peserta didik diajarkan membandingkan bilangan yang lebih besar dan bilangan yang lebih kecil, setelah itu bisa langsung dipraktikkan dengan memberikan soal-soal penjumlahan dan pengurangan. Contoh soal penjumlahan 3+5 = …, caranya pada penjumlahan yang harus diingat adalah bilangan yang lebih besar, dari bilangan 3 dan 5, bilangan yang lebih besar adalah 5, maka bilangan 5 harus diingat, selanjutnya dari semua jari yang tertutup kita buka sebanyak 3 jari lalu dihitung setelah 5 maka 6,7,8, bilangan pada jari terbuka yang terakhir itulah hasilnya, jadi 3+5=8. Contoh soal pengurangan 9-4=…, caranya, pada pengurangan yang harus diingat adalah kebalikannya yaitu bilangan yang lebih kecil, dari bilangan 9 dan 4, bilangan yang lebih kecil adalah 4, maka bilangan 4 harus diingat, selanjutnya dari semua jari yang tertutup dibuka sambil dihitung dari setelah bilangan 4,yaitu 5,6,7,8,9, sehingga dapat dihitung hasilnya ada 5 jari yang terbuka, jadi 9-4=5, demikian seterusnya untuk anak berlatih dengan soal-soal yang lain.

Manfaat berhitung menggunakan jari ini, pada peserta didik kelas 1 SD Negeri 01 Gintung dapat meningkatkan keterampilan berhitung permulaan, anak lebih cepat menguasai operasi hitung penjumlahan dan pengurangan, dan cara ini terbukti efektif dalam pembelajaran berhitung permulaan pada peserta didik. (*)