Pentingnya Sarapan Pagi untuk Anak Sekolah

Oleh: Dr. Ir. Rahayu Astuti, M.Kes
Dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, FKM, Universitas Muhammadiyah Semarang

MEMASUKI tahun ajaran baru, anak-anak pelajar dan orang tua perlu mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk kegiatan akademik maupun non akademik di sekolah. Selain itu, orang tua juga perlu mempersiapkan anaknya agar siap untuk melakukan segala kegiatan di sekolah. Salah satunya adalah sarapan pagi, sebab sarapan pagi merupakan asupan gizi yang penting sebelum anak-anak melakukan aktifitasnya di sekolah.

Selamat Idulfitri 2024

Masalah terkait sarapan yang sering dijumpai adalah, masih banyak masyarakat terutama pelajar sekolah, remaja dan dewasa tidak sarapan. Banyak yang salah memaknai sarapan, seperti hanya minum air, kopi atau teh, sudah dianggap sarapan. Hanya makan sepotong kue kecil, sudah dianggap sarapan. Termasuk makan jam 9 atau 10 pagi, saat jam istirahat sekolah dianggap sarapan. Selain itu, orang tua juga banyak yang belum tahu manfaat sarapan pagi.

Baca juga:  Yoga Bantu Dorong Metabolisme saat Berpuasa

Banyak dijumpai, sarapan anak yang macamnya beragam. Ada yang hanya nasi dan lauk saja, ada nasi dan sayuran saja. Serta ada yang tiga macam, seperti nasi, lauk, dan sayuran. Bahkan ada yang empat macam, yaitu  nasi, lauk, sayur, dan buah. Beragam komposisi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, terkait dengan sarapan pagi. Bagi masyarakat di kota, ada yang memaknai sarapan hanya makan roti dan minum susu saja. Atau ada yang hanya minum susu saja atau minuman berenergi.

Sebenarnya, sarapan pagi adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum jam 9 pagi, untuk memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi harian. Sebagai bagian dari gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif dan cerdas. Susunan makanan sarapan yang baik adalah makanan pokok, lauk, sayur dan buah, serta minum. Mengapa sarapan penting? Tentunya, setelah bangun pagi perlu kesiapan energi otak dan stamina untuk memulai aktifitas. Adanya sarapan pagi dapat meningkatkan stamina, konsentrasi belajar dan kenyamanan belajar. Selain itu, sarapan pagi mencegah hipoglikemia, pusing, loyo, gangguan stamina dan konsentrasi. Kebiasaan sarapan pagi dapat menanamkan perilaku dan budaya makan sehat (salah satu Pilar Gizi Seimbang).

Baca juga:  Upaya Intensif PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sujana dalam Mengatasi Banjir Awal Tahun 2024, Patut Diapresiasi

Berbagai hasil penelitian mengungkapkan, sarapan bagi anak sekolah terbukti bermanfaat penting. Di mana anak mempunyai kemampuan daya ingat (kognitif) yang lebih baik; anak memiliki daya juang belajar dan konsentrasi atau perhatian yang lebih baik; anak memiliki kemampuan membaca, berhitung (matematika) dan skor kemampuan sejenis (bahasa dan logika) yang lebih baik. Termasuk anak juga jarang sakit dan jarang pusing, sakit perut. Serta anak memiliki stamina, disiplin dan prestasi belajar yang lebih baik. (*)