Strategi KWL untuk Meningkatkan Ketrampilan Membaca

Oleh: Siti Cholifah, S.Pd
Guru SD N O2 Tambakrejo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

DARI empat aspek ketrampilan berbahasa, salah satu aspek yang penting dalam pembelajaran di sekolah adalah membaca. Ada banyak hal yang dapat diketahui oleh seseorang melalui membaca. Dengan membaca, seseorang dapat memperoleh informasi yang diperlukan bahkan memperoleh ilmu baru yang belum diketahui sebelumnya.

Selamat Idulfitri 2024

Membaca merupakan salah satu jenis ketrampilan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Dengan membaca, seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman baru yang disebut dengan reseptif. Semakin baik kemampuan membaca yang dimiliki, maka akan semakin baik pula kemampuan dalam menyerap sebuah informasi.

Begitupun sebaliknya, semakin buruk kemampuan membaca yang dimiliki maka akan semakin buruk pula kemampuan dalam menyerap informasi. Maka dari itu, memiliki kemampuan ataupun memiliki keterampilan membaca itu sangat penting dalam kehidupan manusia.

Salah satu jenis keterampilan membaca adalah membaca pemahaman. Menurut Abidin (2010, hlm. 127), membaca pemahaman merupakan istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi ketrampilan-ketrampilan yang perlu dipahami dan menetapkan informasi yang ada dalam bahan-bahan tertulis.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Membaca pemahaman dapat diartikan pula sebagai serangkaian proses yang dilakukan pembaca untuk menemukan informasi dan memahami informasi yang terkandung dalam sebuah teks bacaan. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara kemampuan visual dan kemampuan kognitif seseorang.

Kemampuan visual sangat berguna untuk menelusuri simbol-simbol tertulis. Sedangkan kemampuan kognitif berguna untuk memberikan tingkat pemahaman atas makna yang terkandung dalam simbol-simbol tersebut.

Dengan demikian, membaca pemahaman adalah sebuah proses yang terjadi untuk mendapatkan informasi dengan memahami isi bacaan serta mengetahui makna bacaan. Melalui pembelajaran membaca di SD, siswa diharapkan mampu memperoleh dasar-dasar kemampuan membaca di samping kemampuan menulis dan menghitung, serta kemampuan esensial lainnya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran membaca di SD terutama di kelas tinggi adalah membaca lanjutan yang menekankan pada kemampuan siswa memahami bacaan. Kemampuan membaca lanjutan ini merupakan lanjutan dari membaca permulaan yang dipelajari siswa pada kelas rendah.

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk menunjang ketrampilan membaca pemahaman siswa yaitu strategi KWL (Know, Want, Learn). KWL merupakan kepanjangan dari Know-Want to know-Learned.  Strategi ini dikembangkan oleh Ogle pada tahun 1986 untuk membantu guru menghidupkan latar belakang pengetahuan dan minat siswa pada suatu topik.

Strategi ini membantu mereka memikirkan informasi baru yang diterimanya. Strategi ini juga dapat memperkuat kemampuan siswa mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik. Siswa juga dapat menilai hasil belajar mereka sendiri.

Kelebihan dari strategi KWL yaitu, strategi ini dapat menghubungkan pengalaman siswa sebelumnya dengan pengalaman yang akan diterima siswa saat membaca. Hal ini dinilai dapat lebih bermakna, serta siswa akan lebih memahami bacaan tersebut.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

KWL adalah sebuah strategi instruksional membaca yang digunakan untuk memandu siswa selama kegiatan membaca. Para siswa memulai dengan mengumpulkan segala informasi yang mereka ketahui tentang sebuah topik. Informasi ini terekam dalam kolom K dari sebuah grafik KWL.

Para siswa kemudian mengembangkan sebuah daftar pertanyaan tentang apa yang ingin mereka ketahui dalam sebuah topik. Daftar pertanyaan ini ditulis dalam kolom W dari grafik. Selama atau sesudah membaca, para siswa menjawab pertanyaan yang terdapat dalam kolom W.

Informasi baru ini yang terekam oleh pemahaman siswa dalam kolom L dari grafik KWL. Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan strategi KWL di SD terlaksana sesuai dengan tahapan yang ada pada strategi KWL.  Kemudian juga sesuai dengan langkah kegiatan pembelajaran yang telah di buat di RPP. (*)