Implementasi GPBLHS dalam Strategi Pembelajaran Outing Class

Oleh: Dian Ratnaningsih, S. Pd.
Guru SD Negeri Bintoro 01, Kec. Demak, Kab. Demak

PERKEMBANGAN zaman dan teknologi memberikan dampak terhadap isu permasalahan lingkungan hidup di sekitar kita. Dibutuhkan kesadaran diri untuk dapat membantu menyelesaikan hal tersebut. Menurut Permen LHK No. 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), program GPBLHS merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Tujuannya tidak hanya untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Selamat Idulfitri 2024

Penerapan program GPBLHS dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembiasaan diri, ekstrakurikuler, maupun aktivitas pembelajaran. Untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila yang peduli terhadap lingkungan hidup, guru dapat memilih berbagai strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan zaman, misalnya dengan menggunakan strategi pembelajaran Outing Class. Tujuan diadakan pembelajaran Outing Class adalah mendekatkan siswa dengan lingkungan, mempermudah pemahaman materi dengan melihat realitas sesungguhnya yang ada di sekitar mereka.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Salah satu isu permasalahan lingkungan yang kerap terjadi di daerah pesisir Kota Demak adalah terjadinya banjir rob. Guru dapat mengajak siswa belajar ke daerah pantai, melakukan observasi fenomena alam, menganalisis permasalahan lingkungan yang ada, belajar cara pengolahan sampah di lingkungan tersebut, hingga melakukan aksi nyata bersih pantai dan gerakan penanaman mangrove. Diharapkan siswa akan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi terhadap upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, untuk menjaga sumber daya di wilayah sekitar mereka. Selain itu, melalui kunjungan ini, siswa dapat belajar tentang ekosistem pantai secara langsung. Siswa dapat mengenal jenis tanaman dan hewan yang dapat hidup di daerah berlumpur, bagaimana cara beradaptasi makhluk hidup tersebut, dan belajar tentang keberagaman kehidupan ekonomi masyarakat yang tinggal dekat pantai.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran Outing Class tidak harus pergi ke tempat yang jauh dari sekolah, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa melakukan kegiatan di luar kelas, misalnya menanam dan merawat tanaman di halaman sekolah, observasi makhluk hidup di lingkungan sekolah, bercerita di taman sekolah, atau melakukan kegiatan praktik pengolahan sampah di lingkungan sekolah. Siswa dapat diminta untuk membuat hasta karya dari limbah plastik atau kertas bekas yang ada di bank sampah sekolah. Siswa juga dapat kita ajari membuat pupuk kompos di kebun sekolah. Hal tersebut merupakan contoh program GPBLHS dalam pengolahan sampah 3R (reuse, reduce, dan recycle).

Guru juga dapat mengajak siswa ke TPA yang berlokasi dekat dengan sekolah. Di sana, siswa dapat melakukan investigasi, wawancara, dan mengamati bagaimana cara pengolahan sampah. Siswa dapat belajar cara pemilahan sampah organik dengan anorganik langsung dari pakarnya. Antusias belajar siswa akan meningkat meskipun TPA identik dengan bau busuk yang menyengat. Materi pelajaran akan lebih mudah dipahami siswa karena terlibat langsung dalam pembelajaran yang tentunya juga lebih menyenangkan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Manfaat pembelajaran Outing Class dapat menambah pengetahuan dan kecintaan siswa terhadap lingkungan sekitar. Aktivitas di luar kelas dapat mengurangi kejenuhan dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa. Selain meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa, kita juga telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut berlibat aktif dalam upaya pencegahan, pelestarian, dan pengelolaan lingkungan hidup. (*)