Jampisawan Dorong Pemerintah Tangani Sampah di Sungai Juwana

  • Bagikan
PANTAU: Jampisawan saat melakukan monitoring di aliran Sungai Juwana, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menyatakan bahwa persoalan sampah masih menjadi problem utama di aliran Sungai Juwana. Oleh karena itu, pemerintah diminta mengatasi permasalahan sampah di aliran sungai tersebut.

Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan tata kelola sampah, khususnya di kawasan aliran Sungai Silugonggo. Pihaknya menilai, tidak ada keterlibatan pemerintah dalam pengelolaan sampah aliran sungai tersebut hingga saat ini.

“Jadi, problem utamanya adalah sampah. Hingga saat ini tidak ada penanganan dari pemerintah. Sebagai pengelola Sungai Juwana, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana seharusnya melakukan kerja sama dengan desa-desa yang ada di kanan-kiri Sungai Juwana,” tegasnya.

Pihaknya mendorong kepada pemerintah untuk segera merespons permasalahan tersebut. Dengan begitu, dampak terhadap lingkungan tidak akan terjadi, seperti halnya pendangkalan di aliran Sungai Juwana.

“Misalnya, BBWS perlu mengampanyekan atau mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Lalu, BBWS juga harus membantu desa untuk menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.

Baca juga:  Dinsos Pati Ancam Tindak Tegas Distributor Curang

Dengan dibentuknya aturan tersebut, masyarakat tidak akan lagi membuang sampah di tepi sungai. Pasalnya, masih banyak warga yang justru menjadikan sungai tersebut sebagai pembuangan sampah.

“Jadi masih banyak warga yang menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Orang lewat membuang sampah dari jembatan. Jadi, tidak hanya warga sekitar sungai Silugonggo saja,” kata Ari.

Tak hanya sampah domestik yang ditemukan, keberadaan tumbuhan eceng godok juga menjadi problem di kawasan tersebut. Yang mana, tanaman air tersebut dapat menghambat aliran sungai.

Sebagai tambahan informasi, pada bulan Juli, Jampisawan melakukan monitoring di aliran Sungai Juwana. Yakni di mulai Juwana sampai dengan Desa Ngantru. Di mana, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap bulan. (lut/abd)

  • Bagikan