Mengembangkan Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari

Oleh: Dwi Tuty Aryanti, S.Pd
Guru SMP N 1 Kebonagung, Kabupaten Demak

EKSTRAKURIKULER merupakan tempat untuk mengembangkan sikap, bakat yang ada pada diri setiap siswa. Dalam pelaksanaannya, sikap dan bakat tidak diketahui oleh guru. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler, diharapkan siswa dapat menyalurkan bakat dan minat yang disukainya, sehingga bakat dan minat siswa dapat terasah dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran inti, di mana dalam pelaksanaannya dilaksanakan setelah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai.

Selamat Idulfitri 2024

Di SMP N 1 Kebonagung, Demak kegiatan ekstrakurikuler ada dua jenis yaitu wajib dan pilihan, yang wajib diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas VII dan dijadwalkan setiap hari Jumat. Sedangkan ekstrakurikuler pilihan, siswa bebas memilih kegiatan yang diinginkan, sesuai dengan bakat dan minat masing-masing dan dilaksanakan hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.

Dari seluruh siswa yang berjumlah 224 siswa, yang memilih ekstra Seni Tari sebanyak 25 siswa atau 11 %. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler Seni Tari, diharapkan siswa mempunyai arah dan tujuan dalam pemilihan minatnya di Seni Tari, sehingga lambat laun akan membentuk budi pekerti, sikap, dan karakter terbimbing, terasah dan terbentuk. Harapannya adalah adanya perubahan pada karakter siswa yang meliputi perubahan kedisiplinan yang meliputi disiplin waktu, disiplin mengikuti arahan pembimbing, disiplin mempraktikkan gerakan-gerakan tari.

Pembiasaan merupakan upaya yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Seni tari dilakukan dengan cara pembiasaan. Pembiasaan merupakan suatu tingkah laku yang dilakukan secara terus menerus dan kerja keras. Nilai kerja keras dihasilkan ketika siswa dapat menampilkan sebuah tarian dalam suatu acara seperti perlombaan yang diadakan oleh dinas dengan gerakan yang kompak dan hasil yang maksimal. Komunikatif, yaitu mampu menyampaikan pesan dengan baik artinya pesan yang diterima akan sama dengan pesan yang dikirimnya. merasa memiliki dan melestarikan budaya sendiri, sehingga seni tari akan menjadi budaya sendiri yang tidak akan hilang dan dijiplak oleh negara lain. Selain itu, siswa dilatih untuk dapat menghargai orang lain, mampu bekerja sama, peduli, santun, dan mencintai budayanya sendiri melalui proses pembelajaran tari.

Dalam kenyataannya, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari banyak ditemukan kendala-kendala yang harus dihadapi dan disikapi, antara lain: 1) Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang dilakukan pada siang hari membuat semangat siswa menurun karena sudah lelah seharian belajar, sehingga konsentrasi siswa sudah tidak fokus mendengarkan arahan dari instruktur; 2) Masih kurangnya informasi, pengetahuan dan dukungan orang tua akan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler seni tari sebagai pembentuk karakter siswa; 3) Jumlah guru seni tari yang tersedia hanya satu guru seni tari. Jika guru seni tari berhalangan hadir maka tidak ada guru pengganti dan sulit mencari jam penggantinya. Usaha dan solusi yang bisa dilakukan adalah mencari guru seni tari dari luar lingkungan sekolah. Memberikan informasi dan pengetahuan ke orang tua tentang penting mendalami seni tari pada saat pertemuan orang tua wali murid di sekolah dan menampilkan seni tari yang diperagakan oleh siswa siswi, itulah usaha yang dapat dilakukan. (*)