Metode Practice Rehearsal Pairs Meningkatkan Kemampuan Menulis Huruf Hijaiyah

Oleh: Juhroh, S.Pd. I
Guru PAI SDN 05 Jebed, Kec. Taman, Kab. Pemalang

MENULIS adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut. Menulis juga dimaknai sebagai kegiatan berupa penuangan ide atau gagasan. Huruf Hijaiyah adalah kumpulan huruf Arab yang terdapat dalam ayat Al-Quran. Huruf Hijaiyah merupakan huruf penyusun kata dalam Al-Quran. Dalam menulis huruf hijaiyah, diperlukan suatu keterampilan dan potensi yang harus dikembangkan. Jika potensi yang dimiliki oleh seseorang tidak dilatih secara berkelanjutan dan konsisten, maka potensi tersebut menjadi hilang secara perlahan.

Selamat Idulfitri 2024

Pada dasarnya, setiap anak memiliki keterampilan dan potensi dalam menulis, hanya saja keterampilan dan potensi yang dimiliki harus dikembangkan. Untuk itu, perlu peran guru dalam pengembangan potensi menulis. Dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat, guru dapat mengoptimalkan dan mengembangkan keterampilan menulis huruf hijaiyah.

Termasuk dalam memberikan materi Q.S At-Tin kepada peserta didik. Dalam materi ini, diharapkan siswa mampu menulis dan membaca Q.S At-Tin dengan benar. Namun pada kenyataannya yang terjadi di kelas 5, SD Negeri 5 Jebed siswa merasa kesulitan dan kurang antusias mengikuti pelajaran. Untuk itu, guru berupaya menggunakan suatu metode yang mampu mengaktifkan siswa, yaitu dengan menggunakan metode Pembelajaran Practice Rehearsal Pairs.

Mel Silberman (2009: 75) menjelaskan, metode Practice Rehearsal Pairs atau latihan praktik berpasangan adalah metode sederhana untuk melatih kecakapan atau prosedur dengan partner belajar, serta meyakinkan bahwa kedua partner dapat melaksanakan kecakapan atau prosedur. Tujuannya adalah memastikan bahwa kedua pasangan dapat memperagakan keterampilan atau prosedur itu.

Metode Practice Rehearsal Pairs memiliki teknik pembelajaran menulis dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini: a) Pendidik menjelaskan dengan jelas, tanpa menimbulkan salah paham atau keraguan; b) Siswa mengerjakan tulisan di dalam kelas secara bergantian dengan pasangannya; c) Pekerjaan siswa dikoreksi oleh pasangannya kalau salah diberi garis bawah, kemudian diperiksa kembali oleh pendidik untuk mengetahui di mana letak kesalahannya; d) Pendidik memiliki catatan tambahan terhadap kesalahan Siswa yang telah mereka kerjakan. Dalam langkah-langkahnya menyebutkan bahwa dalam pembelajaran Practice Rehearsal Pairs ini membuat dua peran, yaitu penjelas dan pemerhati. Orang yang bertugas sebagai penjelas menjelaskan atau mendemonstrasikan cara mengerjakan keterampilan yang telah ditentukan.  Sedangkan pemerhati bertugas mengamati dan menilai penjelasan atau demonstrasi yang dilakukan temannya.

Practice Rehearsal Pairstermasuk pembelajaran cooperative. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan pembelajaran kooperatif, diharapkan saling menciptakan interaksi yang baik. Siswa tidak hanya terpaku belajar dengan guru, tetapi juga dengan sesama siswa. Kelebihan pembelajaran Practice Rehearsal Pairs: 1) Cocok jika diterapkan untuk materi-materi yang bersifat keterampilan; 2) Dapat meningkatkan partisipasi antar siswa. Dengan menggunakan pembelajaran ini siswa lebih aktif dalam pembelajaran; 3) Interaksi lebih mudah.

Pembelajaran Practice Rehearsal Pairsdapat memudahkan interaksi dalam proses pembelajaran karena metode ini terbentuk secara berpasangan. Sedangkan kelemahan dari metode ini menurut Agus Suprijono (2012: 64) adalah jika antar pasangan tidak aktif, maka akan sedikit ide yang muncul dan jika pasangannya banyak maka akan membutuhkan waktu yang banyak, memunculkan kesan negatif yaitu ada perasaan was-was pada anggota kelompok, akan hilang karakteristik atau keunikan pribadi karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kelompok.

Dengan perencanaan yang matang dan meminimalisir kekurangan dari metode Practice Rehearsal Pairs, kemampuan siswa dalam menulis huruf hijaiyah pada surat At-Tin pun meningkat, dan tentunya meningkat pula hasil belajar siswa di mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sesuai dengan harapan. (*)