Model POE untuk Tingkatkan Ketrampilan proses sains siswa sekolah Dasar

Oleh: Siti Atiroh, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 2 Kincang, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) menurut Permendiknas No 22 Tahun 2006 merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu penemuan. Dengan demikian, hakikat IPA meliputi beberapa cakupan, yaitu IPA sebagai produk, proses ilmiah, dan sikap ilmiah. Pada pembelajaran IPA, siswa diharapkan memiliki pengalaman secara langsung dalam membangun pengetahuannya sendiri dan berperan aktif dalam proses pembelajaran. Keterampilan ilmiah yang perlu dikembangkan oleh siswa dalam pembelajaran IPA adalah keterampilan proses sains.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Samatowa (2016: 93), keterampilan proses sains adalah keterampilan intelektual yang dimiliki dan digunakan oleh para ilmuwan dalam meneliti fenomena alam. Keterampilan sains yang dikembangkan adalah keterampilan dasar yaitu mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Berdasarkan fakta di lapangan, proses pembelajaran masih bersifat klasikal. Diskusi maupun presentasi jarang dilaksanakan karena guru menggunakan metode ceramah. Akibatnya, siswa kurang terasah dalam hal mengkomunikasikan hasil belajar. Hal tersebut dilihat dari kebingungan siswa saat diperintahkan untuk menjelaskan hasil pembelajaran. Pada proses pembelajaran, guru sering menggunakan metode penugasan. Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa kurang pengamatan dan praktikum. Hal ini menyebabkan keterampilan-keterampilan sains dasar siswa kurang terasah serta hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA masih kurang.

Berdasarkan permasalahan yang ada, kurang terasah keterampilan proses sains mengkomunikasikan, mengamati serta memprediksi. Alternatif yang dapat ditawarkan yaitu diperlukan pembelajaran yang tidak berpusat pada guru tetapi melibatkan siswa secara aktif. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah mendeskripsikan penerapan model Predict, Observation, Explanation (POE) untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan keterampilan proses sains dengan menerapkan model POE. Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penerapan pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa di sekolah dasar. Oleh karenanya perlu dikembangkan mengenai penerapan model POE untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar.

POE merupakan tindakan-tindakan untuk memperbaiki masalah keterampilan proses sains. Rencana pelaksanaan pembelajaran dikelompokkan ke dalam tiga langkah utama yaitu predict, observe, dan explain. Pertama, predict. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap memprediksi di antaranya adalah siswa melakukan tanya jawab mengenai materi dan guru menampilkan sebuah fenomena serta mendemonstrasikannya. Siswa berdiskusi dan menuliskan hasil prediksinya pada lembar kerja. Kedua yaitu observe. Pada tahap ini siswa mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk percobaan. Lembar kerja siswa menjadi panduan untuk melaksanakan percobaan dan menuliskan hal penting yang terjadi selama proses percobaan. Ketiga yaitu explain. Siswa diberikan waktu untuk mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan prediksi awal yang sudah dituliskan. Perwakilan setiap kelompok menjelaskan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.

Selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran diuraikan ke dalam beberapa kegiatan yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Pendahuluan memuat beberapa kegiatan seperti mengondisikan, kegiatan berdoa, apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran, dan memotivasi siswa. Kegiatan inti merupakan penerapan langkah-langkah model pembelajaran POE yaitu predict, observe, explain. Tahap predict, siswa menuliskan prediksi dari suatu fenomena yang ditampilkan. Tahap observe ditandai dengan siswa melakukan pengamatan pada suatu percobaan dan tahap explain, siswa berdiskusi untuk menjelaskan hasil dari pengamatan dengan prediksi yang telah dibuat. Kegiatan penutup ditandai dengan penyimpulan kegiatan pembelajaran, penguatan serta refleksi. Pada kegiatan ini siswa juga diberikan soal evaluasi yang berkaitan dengan keterampilan proses sains. (*)