Mudah Mempraktikkan Gerakan Salat dengan Media Audio Visual

Oleh: Impronah, S.Pd.I
Guru PAI SDN 01 Banjaran, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PRINSIP pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) pada tingkat Sekolah Dasar (SD) adalah untuk membekali siswa agar memiliki pengetahuan lengkap tentang hukum Islam dan mampu mengaplikasikannya dalam bentuk ibadah kepada Allah. Dengan demikian, siswa dapat melaksanakan ritual-ritual ibadah yang benar menurut ajaran Islam. Salah satu bentuk ibadah yang dipelajari pada jenjang SD adalah salat.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Sulaiman Rasyid (2007:187), pembelajaran salat yaitu sebuah interaksi antara anak didik dan guru dalam hal membahas masalah salat yang diharapkan terjadi perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik, khususnya dalam hal ibadah salat. Salah satu materi pokok PAIBP yang dipelajari oleh siswa kelas III adalah tata cara salat, materi ini mencakup Kompetensi Dasar (KD) 1.8 tentang menjalankan salat secara tertib dan 4.8 tentang melaksanakan salat dan kegiatan agama yang dianut di sekitar rumahnya.

Berbagai masalah dihadapi siswa kelas III dalam aktivitas pembelajaran PAIBP di SDN 01 Banjaran, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang yang dapat memengaruhi hasil prestasi belajar. Kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran menjadikan aktivitas yang berlangsung terkesan hanya searah atau Teacher Centered.

Seorang guru dituntut lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik lebih semangat dalam belajar dan tidak ada rasa jenuh, karena apabila sudah muncul rasa jenuh atau bosan, maka peserta didik akan malas untuk mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan hal itu, penulis mencoba untuk melakukan pembelajaran inovatif dengan metode audio visual, dengan tujuan peserta didik tidak bosan dan lebih memahami apa yang kita sampaikan. Semakin kita banyak kreativitas semakin semangat anak dalam menggali ilmu dari apa yang kita ajarkan kepada mereka.

Terkait dengan perkembangan zaman, teknologi semakin berkembang layaknya pengguna gadget seolah-olah menjadi tujuan utama untuk perkembangan pendidikan. Generasi milenial sangat berpotensi tinggi terhadap penggunaan gadget dan diharapkan memudahkan kita untuk belajar yang kondusif.

Pembelajaran inovatif, kreatif, dan variatif juga sangat menunjang suksesnya suatu proses pembelajaran di dunia pendidikan. Dengan adanya polemik yang terjadi di dunia pendidikan yang berhubungan dengan gadget, maka penulis berusaha untuk mewujudkan tujuan utama dalam perkembangan pendidikan yang sesuai untuk generasi milenial dan penulis memilih metode audio visual dalam pembelajaran PAI dan SDN 01 Banjaran kelas III. Dengan metode tersebut, penulis berharap peserta didik bisa lebih mudah memahami materi yang kita sampaikan dan lebih mudah untuk mempraktikkan serta tidak merasa jenuh.

Media audio visual di sini adalah berupa video yang menampilkan tata cara pelaksanaan salat dan menjadikan model yang akan ditiru oleh peserta didik dalam mempraktikkan gerakan salat. Semula peserta didik merasa kesulitan dalam mempraktikkan gerakan salat, tetapi dengan audio visual berupa video, tata cara pelaksanaan gerakan salat peserta didik dapat meniru dari gerakan salat melalui video tersebut sehingga peserta didik lebih mudah untuk mempraktikkannya.

Tayangan berupa video praktik tata cara pelaksanaan gerakan salat tersebut penulis tampilkan melalui proyektor ketika pembelajaran berlangsung. Kemudian peserta didik bisa menyimak dari tayangan tersebut, setelah itu penulis memberi waktu 20 menit kepada peserta didik untuk menghafal gerakan salat. Selanjutnya, peserta didik mendapat tugas mempraktikkan gerakan salat tersebut di depan kelas.

Hasilnya sangat luar biasa, hampir semua peserta didik dengan mudah dapat mempraktikkan gerakan salat. Meskipun ada beberapa didik yang belum sempurna dalam mempraktikkan gerakan salat terutama dari segi bacaan dan gerakannya, namun penulis merasa bersyukur karena peserta didik sangat antusias dan semangat dalam mempraktikkan gerakan salat. (*)