Masyarakat Diminta tak Panik Soal Naiknya Harga BBK

  • Bagikan
ISI: Salah seorang petugas sedang melakukan pengisian bahan bakar ke kendaraan konsumen, di salah satu SPBU di Kudus, beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), secara berkala melakukan penyesuaian harga untuk tiga produk bahan bakar khusus (BBK) yang merupakan BBM non subsidi. Yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan, harga Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp 17.900, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 18.900, dan Dexlite (CN 51) menjadi 17.800 per liter. Harga ini untuk wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen. Harga ini berlaku mulai Rabu (3/8) lalu.

“Penyesuaian harga ini sudah sesuai dengan regulasi Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).  Harga Pertamax Turbo dan Dex Series juga masih paling kompetitif, jika dibandingkan dengan produk kualitas setara. Ini komitmen kami menyediakan BBM berkualitas tetap dengan harga terjangkau,” ucapnya.

Pihaknya melanjutkan, mekanisme penyesuaian harga secara berkala ini kembali dilakukan. Di mana harga BBM non subsidi harganya fluktuatif. Yakni mengikuti perkembangan dari industri minyak dan gas, terutama harga minyak dunia atau ICP.

Baca juga:  MPP Wujud Komitmen Pemkab Kudus Tingkatkan Pelayanan Publik

“Tercatat, harga rata-rata ICP per Juli di angka 106.73 USD/barel, masih lebih tinggi sekitar 24 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Harga ICP ini memang sangat fluktuatif, namun harganya masih cukup tinggi,” tuturnya.

Selain itu, porsi Pertamax Turbo dan Dex Series yang hanya sekitar 5 persen dari total konsumsi nasional tidak akan terlalu berpengaruh terhadap harga komoditas ataupun sektor transportasi. Sekaligus, Pertamax dan BBM subidi yakni Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga.

“95 persen dari porsi BBM nasional yakni Pertamax, Pertalite, dan Solar tidak berubah harganya, hanya BBM segmen tertentu Pertamax Turbo dan Dex Series yang berubah. Itupun masih paling kompetitif. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dan kedepan evaluasi harga akan terus kami lanjutkan,” terangnya. (sam/fat)

  • Bagikan