Bagikan Sego Berkat dalam Tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, Hartopo: Bagian dari Nguri-uri Budaya

AKRAB: Bupati Kudus, H.M Hartopo ketika Membagikan Sego Berkat secara Simbolis kepada Delapan Pemangku Punden se-Kecamatan Kaliwungu, Kudus pada Senin, 08/08/22. (JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng– Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus menjadi tradisi yang masih lestari hingga hari ini. Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, yakni setiap tanggal 10 Muharram dalam Kalender Islam.

Dalam tradisi buka luwur, terdapat beberapa rangkaian acara salah satunya pembagian sego berkat (nasi berkah).

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Bupati Kudus, Hartopo ketika menghadiri pembagian sego berkat kepada masyarakat Desa Kaliwungu di Mbelik Sri Growong, Senin (8/8) mengatakan, pembagian sego berkat menjadi simbol dari keberkahan.

“Ini sudah dipercaya masyarakat luas di Kabupaten Kudus, bukan sekedar mitos semata. Banyak yang sudah membuktikan manfaatnya sebagai salah satu obat. Tapi semua atas izin Allah, sego brekat ini hanya perantara melalui doa yang dipanjatkan para alim ulama,” jelasnya.

Baca juga:  Poktan Merdeka Gelar Syukuran atas Pemenangan Prabowo-Gibran

Hartopo secara simbolis membagikan sego berkat kepada delapan orang pemangku punden se-kecamatan Kaliwungu.

“Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat kabupaten kudus,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus menjadi bagian dari pelestarian budaya serta sebagai bentuk pengajaran untuk generasi penerus.

“Buka luwur adalah bagian dari melestarikan dan nguri-uri budaya untuk menghormati Kanjeng Sunan Kudus sebagai leluhur,” tuturnya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, dalam acara Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus kali ini terdapat 40 ribu lebih sego berkat yang dibagikan kepada masyarakat di Kabupaten Kudus.

Baca juga:  Sunan Kedu, Nyantri Ke Kudus Naik Tampah Terbang

“Kita bagikan 40 ribu lebih sego brekat untuk masyarakat Kudus, termasuk yang ada di Menara maupun melalui seluruh Kecamatan. Tujuanya agar merata dan dapat dinikmati masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Sofiatun, warga dukuh Jetis desa Kaliwungu merasa bahagia mendapatkan sego brekat yang dibagikan. Dirinya berharap keberkahan yang didapat dari buka luwur Kangjeng Sunan Kudus.

“Alhamdulillah diberi sego berkat dari Buka Luwur Sunan Kudus, semoga terpercik keberkahan untuk kami masyarakat desa Kaliwungu. Nanti akan saya konsumsi sekeluarga, nasi ini dipercaya membawa barokah dari doa-doa para kiai kita,” ujarnya.

Baca juga:  Lesbumi Kudus Hibur Korban Banjir, Beri Hiburan dan Trauma Healing

(hms/mg2)