Penerapan Metode Think Pair Share dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia

Oleh: Edah Jubaedah, S.Pd
Guru SDN 05 Purwoharjo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

DENGAN bahasa, seseorang dapat mengekspresikan sikap dan perasaannya. Seseorang dapat menyampaikan segala hal yang berkecamuk dalam pikiran dan hatinya, tidak hanya dengan ekspresi dan gerak-gerik tubuh, tetapi juga dengan bahasa. Bahasa dapat pula dianggap sebagai alat komunikasi yang paling tepat. Dengan begitu, guru harus bekerja keras untuk menampilkan sesuatu yang terbaik, sehingga siswa dapat merasa tertarik untuk mengikuti setiap materi yang akan diajarkan.

Selamat Idulfitri 2024

Pelajaran bahasa Indonesia mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) berbasis teks. Seseorang dapat menyampaikan segala hal yang berkecamuk dalam pikiran dan hatinya, tidak hanya dengan ekspresi dan gerak-gerik tubuh, tetapi juga dengan bahasa. Bahasa dapat pula dianggap sebagai alat komunikasi yang paling tepat.

Masalah yang dihadapi pada kelas adalah siswa menganggap sepele dengan pelajaran bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari dan menganggap tidak perlu dipelajari. Selain itu, rendahnya keterampilan siswa dalam berbicara dan menulis karena guru lebih menilai hasil belajar siswa secara tertulis melalui soal-soal tertulis, karena guru mengajar sesuai dengan target kurikulum yang ingin dicapai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka alternatif pendekatan pembelajaran yang tepat pada mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu dengan metode ThinkPairsShare (TPS).

Metode TPS adalah suatu metode pembelajaran kooperatif yang memberi siswa untuk berpikir dan merespons serta saling bantu satu sama lain. Metode ini memperkenalkan ide “waktu berpikir atau waktu tunggu” yang menjadi faktor kuat dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam merespons pertanyaan. Pembelajaran ini melatih siswa untuk berani berpendapat dan menghargai pendapat teman (Cholis : 2006: 12). Metode TPS menekan-kan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa. Struktur ini menghendaki agar siswa kerja sama, saling melengkapi dan saling bergantung dalam kelompok-kelompok kecil secara kooperatif.

Metode TPS merupakan salah satu metode dengan memiliki struktur yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik (Nurhadi, 2004: 119-120). Metode TPS adalah salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif, yang dapat digunakan sebagai alternatif bagi guru untuk mengajar. Metode pembelajaran TPS memiliki keistimewaan, yaitu siswa selain dapat mengembangkan kemampuan individunya sendiri, juga bias mengembangkan kemampuan kelompoknya, sehingga dapat meningkatnya hasil belajar siswa dalam memecahkan masalah (Sutrisno, 2007:42).

Teknik TPS langkah-langkah pembelajarannya adalah guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok, setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri, siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya; kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat. Siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat (Lie, 2007). Metode ini mengajarkan siswa untuk lebih mandiri dalam mengerjakan soal-soal yang diberikanm, sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri siswa, di mana siswa dapat bekerja sama orang lain dalam kelompok kecil yang heterogen khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Teknik TPS tepat digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu, sekolah perlu memberikan dukungan kepada guru dalam menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam mengajar agar keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas tercapai. Guru perlu melakukan refleksi dengan membuat suatu jurnal yang berguna sebagai catatan harian pelaksanaan pembelajaran untuk menentukan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. (*)