Belajar Asyik IPS dengan Outdoor Learning

Oleh: Prawestya Tunggul Damayatanti, S. Pd
Guru SD 3 Mejobo, Kec. Mejobo, Kab. Kudus

BEBERAPA kendala dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) yakni pada aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru menghadapi kendala yakni kesulitan memadukan materi, kurangnya buku pedoman, dan sulit mengalokasikan waktu baik untuk menyusun perangkat pembelajaran maupun untuk kegiatan pembelajaran. Pada tahap implementasi pembelajaran, siswa masih banyak yang belum siap untuk mengikuti pembelajaran IPS dan guru kurang memahami keseluruhan materi IPS. Sedangkan pada evaluasi pembelajaran, sulitnya menyusun instrumen penilaian menjadi kendala bagi guru.

Selamat Idulfitri 2024

Metode pembelajaran Outdoor Learning merupakan salah satu pembelajaran yang memanfaatkan sumber lingkungan, sehingga pembelajaran dapat menarik dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar dan juga dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam menerima pembelajaran di kelas. Menurut Sardiman (2014), metode Outdoor Learning merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, dan kegiatan yang bersifat petualangan.

Kelebihan metode Outdoor Learning adalah proses pembelajaran di luar ruangan yang dapat menekankan siswa untuk aktif dan dapat mengubah tingkah laku siswa berkat adanya pengalaman langsung di dalam pembelajaran. Sedangkan kelemahan metode Outdoor Learning adalah kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

Menurut Susanto (2014), IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, yaitu sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya; di mana IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdispliner dari aspek dan cabang ilmu sosial. Tujuan pembelajaran IPS yaitu untuk mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari, baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.

Penggunaan metode Outdoor Learning dalam mata pelajaran IPS membuat siswa memberikan perhatian yang lebih pada saat dijelaskan materi pelajaran, seperti tidak ada yang bercerita. Pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode Outdoor Learning, siswa juga memiliki keinginan yang lebih besar untuk mengetahui sesuatu, seperti siswa bertanya apabila belum dapat mengerti materi pelajaran. Siswa juga lebih fokus pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Kelebihan metode Outdoor Learning yaitu kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk berjam-jam, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Outdoor Learning sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Adanya motivasi belajar pada siswa menjadikan siswa tersebut bersemangat dalam belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat optimal.

Meskipun secara fakta penggunaan metode Outdoor Learning dalam mata pelajaran IPS meningkatkan hasil belajar siswa, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Outdoor Learning juga memiliki kekurangan dalam pelaksanaannya yaitu dalam membuat konsentrasi siswa dalam belajar tidak baik dan dibutuhkan konsentrasi belajar siswa yang baik dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Outdoor Learning menyediakan banyak pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Maka dari itu, dibutuhkan konsentrasi siswa dan cara mengajar guru ketika di luar kelas, sehingga pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Salah satu prinsip mengajar guru adalah harus menjaga konsentrasi belajar siswa dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman langsung, mengamati/meneliti dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatkannya. Guru perlu melakukan perubahan untuk menemukan bakat peserta didik yang kurang percaya diri. Dengan demikian, Outdoor Learning diharapkan dapat lebih memudahkan guru untuk melihat bakat peserta didik. Mereka akan lebih leluasa dalam menerima pembelajaran di luar ruangan. Selain itu, dengan penerapan Outdoor Learning peserta didik diharapkan memiliki pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)