Media Bagan Mempermudah Memahami Peranan Lembaga Negara

Oleh: Suswanto, S.Pd.
Guru PPKn SMPN 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diartikan sebagai pendidikan politik yang fokus materinya adalah peranan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, dalam mata pelajaran PPKn, memuat materi tentang Kedaulatan Negara Republik Indonesia yang membahas tentang Peranan Lembaga Negara. Isinya syarat dengan konsep yang sangat abstrak dan membutuhkan pemahaman cukup tinggi.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam materi lembaga negara, berisi tentang tugas dan wewenang lembaga negara seperti tugas dan wewenang MPR, DPR, DPD, Presiden, BPK, MA dan MK. Di samping tugas dan wewenangnya masing-masing, lembaga negara juga mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Guru dalam menjelaskan kedudukan dan hubungan antar lembaga negara sering mengalami kesulitan, sehingga banyak siswa yang belum paham. Untuk memudahkan pemahaman materi lembaga negara bagi peserta didik, guru perlu memilih media pembelajaran yang cocok dan mudah dipahami peserta didik. Salah satu media yang cocok untuk menjelaskan materi tersebut adalah dengan menggunakan Media Bagan dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Media Bagan merupakan salah satu media grafis atau visual yang berfungsi menyalurkan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan secara visual. Media bagan adalah suatu media pengajaran yang menyajikan secara diagram dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, obyek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.

Bagan atau Chart adalah media visual yang berfungsi menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga dapat memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang akan disampaikan melalui bagan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting. Dalam istilah lain, bagan juga dapat diartikan sebagai gambaran/sketsa buram untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu.

Ada beberapa manfaat penggunaan media bagan dalam proses pembelajaran, antara lain mudah dalam menggunakannya, dapat digunakan pada semua jenis dan jenjang pendidikan, menghemat waktu dan tenaga serta mampu menarik perhatian siswa, harga relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan media yang lainnya, dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Menurut Sukiman (2015), media bagan merupakan media yang mempunyai kelebihan dapat memberikan informasi secara simbolis, dapat memperjelas dan memudahkan data yang rumit, dan dapat menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan suatu peristiwa atau obyek dari waktu ke waktu.

Bagan atau skema dalam kegiatan pembelajaran dapat digunakan untuk membantu peserta didik melihat seluruh atau sebagian hal secara bersamaan. Caine dan Caine dalam Bobbi Deporter (1999) menyatakan bahwa otak atau pikiran mampu merasakan keseluruhan dan sebagian dari suatu hal secara bersamaan. Otak secara aktif sibuk dalam pembuatan makna yaitu mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya, sementara secara bersamaan memisah-misahkan informasi ke dalam tempatnya masing-masing. Mata pelajaran yang bersifat abstrak dapat berubah menjadi konkret dan mudah dipahami jika dijelaskan dengan menciptakan gambar, simbol dan ikon yang unik, misalnya penggunaan bagan dan grafik.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka pembelajaran PPKn tentang Peranan Lembaga Negara dapat dideskripsikan secara keseluruhan atau bersama-sama melalui Media Bagan. Media bagan yang disusun secara segmentasi atau tematik akan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami atau mencerna materi yang dipelajari. Apalagi dengan perkembangan teknologi media, bagan dapat dimodifikasi dalam bentuk power point, sehingga tampilannya akan lebih menarik. Oleh karena itu, pembelajaran PPKn yang semula dideskripsikan dengan kata-kata, akan lebih menarik dan jelas jika sajikan dengan media bagan, terutama dengan media Bagan Tematik yang lebih menarik peserta didik. Dengan kata lain bahwa media bagan yang disusun tematik akan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami atau mencerna materi yang dipelajari.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam menjelaskan materi Lembaga Negara guru perlu menggunakan media bagan, karena dengan media bagan lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi lembaga negara di Indonesia. (*)