Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Menggunakan Metode Demonstrasi dan Media Potongan Lidi

Oleh: Zumaroh, S.Pd
Guru SDN 01 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

MATEMATIKA sebagai salah satu mata pelajaran dinilai sangat memegang peranan penting karena, matematika dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berpikir secara logis, rasional, kritis, cermat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, pengetahuan matematika harus dikuasai sedini mungkin oleh para siswa. Pentingnya siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) mempelajari operasi hitung penjumlahan dan pengurangan adalah sebagai modal awal dalam meneruskan jenjang tingkat sekolah yang lebih tinggi. Matematika merupakan pelajaran yang bersifat hierarki, maka setiap sub bab yang ada akan sangat berkaitan dengan sub bab berikutnya. Untuk itu, siswa kelas 1 harus benar-benar mampu menguasai operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sebagai dasar awal untuk mempelajari materi matematika selanjutnya.

Selamat Idulfitri 2024

Untuk menyampaikan materi dan dengan mudah dipahami oleh siswa, diperlukan metode dan media yang tepat dalam pembelajaran. Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Metode dalam sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan implementasi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran. Terdapat beberapa metode dalam pembelajaran. Salah satu metode yang digunakan adalah metode demonstrasi.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang sangat efektif, karena dapat membantu peserta didik untuk melihat secara langsung proses terjadinya sesuatu. Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik sebenarnya atau tiruan yang sering disertai penjelasan lisan. Menurut Muhibin Syah (dalam Adrian,2004:8), metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Media atau alat bantu sebagai komponen yang berasal dari lingkungan sekitar siswa, yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dan sebagai alat yang digunakan untuk memberikan rangsangan bagi siswa agar terjadi proses belajar. Manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa. Sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien (Rahadi:2004). Tahap belajar siswa kelas 1 SD masih berada pada fase operasional konkret. Oleh karena itu, media lidi dan metode demonstrasi adalah salah satu metode yang dapat di terapkan dalam pembelajaran di kelas 1.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan penggunaan metode demonstrasi dan media lidi, siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar. Siswa dapat memanipulasi media, sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran untuk memahami konsep matematika dan mengembangkan keterampilan intelektualnya. Hal ini sesuai dengan teori Bruner bahwa dalam proses belajar, anak diberi kesempatan untuk memanipulasi benda atau alat peraga dan mengotak-atik alat peraga, sehingga siswa akan memahami suatu konsep matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya memanfaatkan media dalam proses belajar mengajar, sehingga merangsang siswa untuk belajar dan mengoptimalkan intelektual siswa.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Langkah-langkah metode demonstrasi adalah sebagai berikut: 1) Persiapkan alat-alat yang diperlukan; 2) Guru menjelaskan kepada anak-anak apa yang direncanakan dan apa yang akan dikerjakan; 3) Guru mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup singkat; 4) Guru mengulang kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan-alasan setiap langkah; 5) Guru menugaskan kepada siswa agar melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan.

Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi, sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Penggunaan metode demonstrasi dan media lidi dapat menarik perhatian siswa, memperjelas pemahaman konsep penjumlahan, dan pengurangan dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran. (*)