Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Mewarnai pada Mapel SBdP Menggunakan Metode Finger Painting

Oleh: Setyowati, S.Pd
Guru SDN 02 Kaliprau, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN pada umumnya bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan kemampuan dan bakatnya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadi dan kebutuhan masyarakat (Munandar, 2014: 6). Melalui pendidikan formal, para orang tua berharap anaknya akan dididik oleh pendidik, sehingga dapat memaksimalkan kecerdasan anak dari usia dini yaitu usia 3 sampai dengan 8 tahun. Usia tersebut merupakan usia pertumbuhan kecerdasan atau usia the golden age (Pamadhi, 2016: 155).

Selamat Idulfitri 2024

Informasi yang anak dapatkan pada usia the golden age akan membentuk karakter, kepribadian, dan pengetahuan mereka. Pengelolaan the golden age pada dapat dilaksanakan melalui jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Pamadhi (2016: 161) mengemukakan bahwa pada usia sekitar 7 sampai 8 tahun, yaitu antara kelas 1 sampai kelas 2 merupakan usia perkembangan penalaran anak, di mana pikiran dan perasaan anak mulai berkembang.

Kreativitas merupakan sebuah bentuk perasaan, ekspresi jiwa, dan pemikiran seseorang terkait dengan hal-hal yang dialami oleh seseorang. Sit (2016: 2) berpendapat bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang guna menghasilkan ide/suatu produk baru yang memiliki fungsi dan manfaat yang diperoleh melalui kegiatan imajinatif bukan sekadar rangkuman, tetapi membentuk pola baru dari gabungan informasi yang diperoleh berdasarkan pengalaman sebelumnya. Keberadaan suatu metode pembelajaran yang tepat akan membantu anak berimajinasi sesuai apa yang dia mau, sehingga dapat membantu proses berpikir anak sehingga membantu kreativitas dan keterampilan anak.

Keterampilan secara morfologis diambil dari kata “skill” yang memuat arti kemampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu dengan baik dan dilakukan dengan cara memanfaatkan suatu pelatihan dan pengalaman seseorang. Keterampilan seni pada anak Sekolah Dasar dapat dilatih menggunakan kegiatan mewarnai.

Menurut Laili (2012: 2), keterampilan mewarnai adalah kemampuan dalam membentuk dan menghasilkan warna yang indah, mengagumkan dan memesona dengan latihan yang rutin dan melalui gerakan tangannya. Tingkat kreativitas dan keterampilan mewarnai pada seorang anak berbeda-beda, namun semua dapat dikembangkan melalui salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar yaitu mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP)

Kreativitas dan keterampilan mewarnai anak akan berkembang secara optimal apabila anak diberikan sebuah metode yang menyenangkan berdasarkan imajinasi mereka. Metode yang sesuai yaitu metode Finger Painting. Melukis dengan jari adalah suatu kegiatan menggoreskan adonan warna secara langsung menggunakan jari tangan di atas bidang datar untuk menghasilkan sebuah gambar.

Dengan menggunakan metode Finger Painting, diharapkan anak tertarik mengikuti pembelajaran dengan baik dan mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan mewarnai. Warna merupakan unsur seni rupa yang memberikan nuansa hidup pada karya seni, dengan adanya warna hasil karya seni akan terlihat lebih menarik dan menyenangkan. Warna diklasifikasikan ke dalam tiga jenis warna yaitu warna primer, warna sekunder, dan warna tersier.

Sumanto dalam (Amanda, 2016: 41) bahwa Finger Painting dapat diartikan sebagai suatu kegiatan membuat gambar yang diakukan dengan menggoreskan adonan warna secara langsung menggunakan jari tangan di atas bidang gambar secara bebas. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam metode Finger Painting yaitu jari tangan, kertas motif, styrofoam, cat air/cat poster, air secukupnya, palet, dan tisu.

Finger Painting berarti bahwa melukis dengan jari selain dapat melatih otot tangan, koordinasi otot dan mata, juga dapat menumbuhkan perasaan untuk menggerakkan tangan guna mengembangkan ekspresi melalui media (Kurniawati, Anisa dan Wiwik Dwi Hastuti. 2019:64). Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan metode Finger Painting yaitu: 1) Pendidik menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut; 2) Pendidik membagikan palet dengan adonan warna dan kertas motif/styrofoam yang akan digunakan; 3) Peserta didik menggoreskan warna dengan jari tangan mereka sesuai imajinasi mereka; 4) Menjemur hasil karya di bawah terik matahari agar cepat kering; 5) Pendidik mengumpulkan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik. (*)