Inovasi Pembelajaran Kontekstual Keterampilan Menulis Narasi di Sekolah Dasar

Oleh: Nuryani, S.Pd.SD
Guru SD 1 Pasuruhan Kidul, Kec. Jati, Kab. Kudus

MATA pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran yang wajib dipelajari oleh siswa, salah satunya di Sekolah Dasar (SD). Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa memperoleh keterampilan berbahasa agar dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Keterampilan berbahasa terbagi menjadi keterampilan reseptif dan produktif. Keterampilan reseptif mencakup kemampuan mendengarkan dan membaca, sedangkan keterampilan produktif mencakup kemampuan menulis dan berbicara. Keempat keterampilan tersebut merupakan suatu kesatuan dan dapat muncul serta berkembang pada diri siswa apabila terlatih dengan baik. Pentingnya keterampilan bahasa diajarkan oleh siswa SD agar mempermudah siswa dalam memahami mata pelajaran yang lain.

Selamat Idulfitri 2024

Menulis merupakan salah satu keterampilan bahasa yang berupa komunikasi tertulis. Siswa yang mempunyai kemampuan menulis dengan baik akan menunjang keberhasilan belajar siswa, karena hampir semua mata pelajaran di sekolah memerlukan keterampilan menulis. Puncak dari keberhasilan hasil belajar siswa dengan tujuan tertentu disebut prestasi belajar. Prestasi belajar dapat terukur melalui kemampuan menulis. Hal tersebut dipertegas bahwa kemampuan berpikir dapat berkembang dengan ditentukan maju tidaknya cara komunikasi tulis seseorang. Salah satu materi menulis yang sulit dihasilkan siswa adalah menulis narasi.

Akhadiah (1999) menegaskan bahwa menulis narasi bukanlah kemampuan diturunkan sejak lahir, tetapi harus melalui proses latihan. Untuk mencapai hasil yang baik, tidak cukup hanya menguasai tata bahasa dan memahami teori menulis. Siswa perlu menguasai hal-hal yang berhubungan dengan menulis narasi. Narasi sama halnya dengan bercerita. Bercerita sama halnya dengan menghasilkan cerita/narasi. Narasi adalah suatu kisah atau peristiwa yang terdiri dari tokoh, penokohan, alur, dan setting.

Keterampilan menulis dan berbicara lebih sulit dikuasai dibandingkan keterampilan membaca dan mendengarkan. Agar dapat menghasilkan tulisan narasi yang efektif, diperlukan tahapan pembelajaran bahasa. Rata-rata siswa tidak mempunya keseimbangan antara kemampuan berbicara dan menulis. Siswa yang pandai bercerita secara lisan, belum tentu juga mampu bercerita melalui tulisan. Siswa yang mendapat tugas dalam bercerita secara tertulis, tata bahasa yang digunakan siswa masih belum baik dalam penulisan kata, baik tata kalimatnya maupun tanda bacanya.

Berdasarkan permasalahan di atas, dibutuhkan model pembelajaran yang efektif supaya keberhasilan siswa dalam menulis narasi siswa dapat terwujud. Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata, sehingga siswa bisa terdorong untuk mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan pribadi siswa. Penelitian ditemukan bahwa pembelajaran kontekstual memberikan manfaat yang baik bagi siswa, karena memberikan keterlibatan yang aktif bagi siswa dalam pembelajaran, belajar dari dunia nyata, dan dapat bekerja sama antara satu siswa dengan yang lain. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang dapat mempengaruhi kemampuan menulis narasi agar menghasilkan prestasi belajar yang baik bagi siswa.

Pembelajaran dengan menggunakan model kontekstual diartikan sebagai sistem pembelajaran yang didasarkan pemikiran bahwa suatu makna pada tulisan muncul dari adanya keterkaitan antara isi dan konteks. Semakin banyak hubungan yang didapatkan siswa dalam konteks yang luas, semakin bermakna isinya. Jadi, guru perlu menyediakan konteks pada setiap pembelajaran di kelas agar siswa juga mendapatkan makna yang didapat dari pelajaran yang diajarkan. Siswa yang mampu memahami makna pengetahuan dan keterampilan menulis, akan menuntun mereka kepada penguasaan pengetahuan dan keterampilan menulis. Setelah menemukan permasalahan, dilaksanakanlah penelitian dengan menggunakan tindakan atau solusi berupa penerapan pendekatan kontekstual berbantu untuk mengatasi permasalahan yang ada, yaitu keterampilan menulis narasi.

Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang dapat melibatkan guru untuk terdorong dalam mengaitkan materi dengan kondisi nyata siswa. Selain itu, siswa juga terdorong untuk mampu mengaitkan hubungan materi pembelajaran dengan situasi nyata siswa. Berdasarkan kajian di atas, proses pembelajaran atau penyampaian materi akan cepat tersampaikan kepada siswa, yaitu dengan cara mengaitkan materi dengan kehidupan nyata agar siswa lebih mudah mengingat dan menerima pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan kontekstual ini dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. (*)