Modelling The Way sebagai Upaya Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Siswa dalam Mencontoh Perilaku Terpuji Rasulullah SAW

Oleh: Mukaromah, S.Pd.I
Guru PAI SDN 03 Asemdoyong, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN merupakan proses belajar dan penyesuaian individu-individu secara terus menerus terhadap nilai-nilai budaya dan cita-cita masyarakat. Bagaimanapun pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia yang memberikan output positif. Jika pendidikan yang diperoleh seseorang memiliki kualitas yang mumpuni, maka baik juga sumber daya manusianya (Ma’arif, 1991). Pendidikan juga sangat erat hubungannya dengan keberadaan seorang guru yang mempunyai kompetensi mengajar dan mewujudkan output yang baik dalam mencetak peserta didik yang berkualitas.

Selamat Idulfitri 2024

Undang-undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 (Basri, 2017), menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, dasar, dan menengah. Berdasarkan Undang-undang tersebut, maka jelas keprofesionalan guru dalam proses pembelajaran mampu menciptakan suasana kelas kondusif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Pembelajaran yang baik adalah proses belajar-mengajar secara aktif dan mampu memberikan pemahaman konsep materi bagi peserta didik.

Permasalahan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah terutama pada siswa kelas 3, SDN 03 Asemdoyong terdapat siswa yang tidak bersemangat dalam belajar di kelas, cenderung pasif, dan tidak memperhatikan penjelasan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Hal ini sangat dikhawatirkan apabila siswa mendapat ujian ulangan harian atau ujian kenaikan kelas tidak dapat menyerap materi yang telah diberikan oleh guru.

Setelah proses pembelajaran konvensional yang dirasa kurang membawa dampak baik dalam proses belajar siswa dikelas, maka guru berupaya mencari solusi agar pembelajaran lebih menyenangkan. Dari pemaparan di atas, metode modelling the way dapat diterapkan dalam proses pembelajaran PAI materi Mencontoh Perilaku Terpuji Rasulullah SAW. Metode modelling the way menempatkan siswa kelas 3, SDN 03 Asemdoyong sebagai bagian suatu sistem bekerja sama dalam mencapai suatu hasil yang optimal dalam belajar (Sitohang & Sari, 2018).

Metode modelling the way adalah metode yang dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas melalui demonstrasi (Ardi Rakasiwi, 2018). Metode ini mempunyai keunikan dibandingkan metode lain dalam pembelajaran, karena keistimewaannya dibandingkan metode demonstrasi dalam praktiknya siswa lebih aktif dalam belajar, siswa lebih berani untuk mempraktikkan sesuatu dan tidak takut, siswa aktif memberikan tanggapan, menambahkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

Adapun langkah-langkah model ini yaitu: 1) Setelah memberikan penjelasan mengenai topik perilaku dan sifat-sifat terpuji Rasullah SAW, siswa diberikan topik cerita nabi-nabi yang telah disusun secara menarik; 2) Siswa dijadikan beberapa kelompok kecil untuk memerankan tokoh-tokoh yang sudah ditentukan; 3) Dalam satu skenario siswa A, B, C, dan D akan memberikan contoh perilaku yang benar dan salah; 4) Memberikan waktu 5-10 menit untuk pelatihan; 5) Secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan skenario masing-masing tim; 6) Guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan apa saja perilaku yang bisa siswa kelas 3 contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Interaksi yang terbentuk antara siswa kelas 3 dan guru akan membangun situasi proses belajar lebih menyenangkan, karena terdapat komunikasi dua arah. Hasil dari praktik pembelajaran menggunakan modelling the way, menciptakan hubungan interaksi siswa secara aktif, menarik, memberikan kesempatan berpikir, dan memahami perilaku yang baik dan tidak baik. Hal ini juga dapat diartikan sebagai peningkatan interpersonal siswa yang akan membawa pengaruh terhadap pola pikir dan perilaku mereka di kehidupan sehari-hari. (*)