Penerapan Metode Kepala Bernomor Terstruktur Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PAI

Oleh: Mudaekhah, S.Pd.I.
Guru PAI SDN 05 Pedurungan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

KEBERHASILAN kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari peran serta seorang guru. Guru dituntut untuk mampu mengelola kelas dengan baik dengan kemampuannya dalam berbagai keterampilan mengajar, sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran yang telah dirancang. Selain itu, guru sangat berperan dalam membangkitkan motivasi anak agar bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Atkinson (Djamarah, 2002), motivasi adalah keadaan individu yang terangsang yang terjadi jika suatu motif telah di hubungkan dengan suatu penghargaan yang sesuai, misalnya jika suatu perbuatan akan dapat mencapai tujuan motif yang bersangkutan. Adapun pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Dalam pembelajaran PAI materi tentang Zakat Kelas VI SDN 05 Pedurungan, didapat data dari hasil ulangan siswa yang berjumlah 32 siswa yaitu sebagai berikut: dinyatakan telah tuntas sebanyak 18 siswa (56%), dan sebanyak 14 siswa (44%) dinyatakan belum tuntas. Hasil Pembelajaran ini masih jauh dari target yang diharapkan, yaitu ketuntasan belajar mencapai 75% atau setidaknya 24 siswa telah mencapai ketuntasan.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya guru lebih senang menggunakan metode ceramah yang hanya berdasarkan pada buku bacaan atau buku paket dalam menerangkan materi pembelajaran; guru belum mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah; serta pembelajaran terkesan satu arah anak jenuh dengan duduk, diam, dan mendengarkan saja penjelasan dari guru. Untuk itu, perlu adanya perbaikan proses atau kegiatan pembelajaran yang mampu memotivasi siswa dan sekaligus mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Yaitu dengan penerapan model pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur.

Menurut Agus Suprijono (2013) Model Kepala Bernomor Terstruktur adalah suatu metode belajar di mana siswa dikelompokkan dengan diberi nomor. Setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerja sama. Model pembelajaran kepala bernomor terstruktur ini memudahkan pembagian tugas. Dengan model tersebut, siswa berusaha belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan teman-teman kelompoknya, selain itu dapat mendorong untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka dalam belajar.

Yatim (2009) menyatakan langkah-langkah Kepala Bernomor Terstruktur adalah sebagai berikut: 1) Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapatkan nomor; 2) Penugasan diberikan kepada siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai. Misalnya siswa nomor 1 bertugas mencatat soal. Siswa No.2 mengerjakan soal dan siswa No.3 melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya; 3) Jika perlu, guru bisa meminta kerja sama antar kelompok. Siswa keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa dengan bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja mereka; 4) Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain; 5) Merumuskan rangkuman.

Tujuan Kepala Bernomor Terstruktur menurut Ibrahim dan Trianto (2009) yaitu: 1) Hasil belajar akademik struktural, bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik; 2) Pengakuan adanya keragaman bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang; 3) Pengembangan keterampilan sosial bertujuan untuk mengembangkan keterampilan yang dimaksud, antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain , mau menjelaskan ide atau pendapat , bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Kelebihan metode kepala bernomor terstruktur di antaranya adalah: 1) setiap siswa menjadi siap semua; 2) Siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh; 3) siswa saling bertukar pikiran/ide dapat diadakan kerja sama antar siswa yang senomor.

Penggunaan metode pembelajaran Kepala Bernomor Terstruktur mampu meningkatkan motivasi siswa. Hal itu terbukti siswa antusias mengikuti kegiatan pembelajaran, tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan, serta hasil belajar pun mencapai ketuntasan yang maksimal sesuai dengan harapan. (*)