Peningkatan Hasil Belajar PAIBP Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Oleh: Tati Sugiarti, S.Pd.I
Guru SDN 04 Asemdoyong, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran dalam Kurikulum 13 yang harus diajarkan pada peserta didik. Saat ini, mata pelajaran tersebut jarang dijadikan materi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMP atau MTs). Sehingga antusias belajar siswa terhadap PAI rendah. Apalagi guru kurang dapat menggunakan metode pembelajaran yang relevan, sehingga fokus pembelajaran ada pada guru dan membuat kurangnya partisipasi siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Peneliti mengangkat permasalahan “Apakah dengan diimplementasikan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan kompetensi Tata Cara Bersuci dari Hadas Kecil pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Asemdoyong Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang tahun pelajaran 2021/2022.” Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kognitif siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Pengolahan data menggunakan metode kualitatif dari pengolahan dan analis data, ditemukan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran model pembelajaran STAD, kompetensi kognitif PAIB meningkat karena proses pembelajaran tidak berpusat pada guru lagi, tapi berpusat pada siswa dan ada pengalaman belajar siswa.

Berdasarkan hasil refleksi pada permasalahan dan diskusi, dibuat kesimpulan sebagai berikut: Hasil kompetensi kognitif siswa dari kondisi awal terdapat peningkatan dari kompetensi kognitif siswa rata-rata 55,6% pada siklus I meningkat menjadi 88,9 % pada siklus II. Di samping itu, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PAIBP juga mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu dari rata skala nilai keaktifan siswa 3,6 pada siklus I, meningkat menjadi nilai rata-rata skala nilai keaktifan siswa 4,4 pada siklus II. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada SD Negeri Kelas IV SDN 04 Asemdoyong pada Kompetensi Tata cara Bersuci dari Hadas Kecil dapat meningkatkan kemampuan belajar dan prestasi siswa.

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004: 22). Menurut Howart Kingsle dalam Sudjana membagi tiga hasil belajar siswa: (1) Keterampilan dan kebiasaan; (2) Pengetahuan dan pengarahan; (3) Sikap dan cita-cita (Sudjana: 22). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989: 39). Menurut pendapat ini faktor yang dimaksud dari dalam diri siswa adalah perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981:21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. Suasana diskusi nyaman dan menyenangkan, yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah, lembut, santun. Setelah selesai kerja kelompok, sajikan hasil kelompok, sehingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan, model pembelajaran kooperatif tipe STAD bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah ujian akhir semester.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD termasuk model pembelajaran kooperatif. Semua model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, siswa didorong untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah prestasi belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan ketrampilan sosial. (*)