Temu Pendidik Nusantara Buka Kelas Gratis

  • Bagikan
ANTUSIAS: Suasana kelas Temu Pendidik Nusantara Kudus-Jepara di gedung Pusat Belajar Guru (PBG), akhir pekan lalu. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng– Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Temu Pendidik Nusantara Nasional (TPN), Temu Pendidik Nusantara Daerah Kudus dan Jepara berkolaborasi mengadakan beasiswa dengan berbagai kelas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/8) lalu, bertempat di gedung Pusat Belajar Guru (PBG).

Ketua Panitia TPN Daerah Kudus-Jepara Hananing Tyas Hapsari menjelaskan, TPN kali ini bertema “Kurikulum yang Memberdayakan Konteks”. Dari 50 daerah, TPN daerah Kudus dan Jepara ditunjuk TPN Pusat untuk ikut memeriahkan rangkaian HUT. Hasil dari kolaborasi tersebut, menghasilkan berbagai kelas.

Sejumlah 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias tinggi. Para peserta merupakan guru dari berbagai sekolah di Karesidenan Pati.

“Kami membuka 100 peserta untuk beasiswa kelas TPN. Terdapat beberapa kelas yang diperuntukkan kepada para guru di berbagai jenjang,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga kelas yang disediakan oleh panitia. Meliputi kelas kemerdekaan, kelas kompetensi, dan kelas pameran karya dari panitia. Untuk kelas kemerdekaan, terdiri dari berbagai jenjang. Di tiap jenjangnya disediakan empat narasumber untuk memberikan materi.

Baca juga:  E-Retribusi Diperluas di Tiga Pasar

“Jenjang untuk kelas kemerdekaan yakni Taman Kanak-kanak (TK)/ Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Masing-masing jenjang diisi empat narasumber,” paparnya.

Setelah sesi kelas kemerdekaan selesai, para peserta melanjutkan ke kelas berikutnya, yakni kelas kompetensi. Kelas kompetensi terdiri dari tiga kelas, dengan materi disesuaikan oleh kebutuhan para peserta terkait Kurikulum Merdeka. Di tiap kelasnya tidak dibedakan atas dasar jenjang sekolah, namun kebutuhan mereka.

“Dari kelas-kelas tersebut diajarkan berbagai praktik baik, saling berbagi ilmu dan pengalaman. Selain itu, terdapat juga sesi sharing bersama Ketua Yayasan Guru Belajar Bukik Setiawan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dari para peserta dapat menularkan ilmu dan pengalamannya kepada guru-guru lain. Yang pada akhirnya, akan berdampak pada siswa. Karena kurikulum merdeka memang pada dasarnya bertujuan untuk memberdayakan siswa. “Jika kualitas gurunya bagus, maka siswanya juga bisa lebih berkualitas,” imbuhnya. (cr1/fat)

  • Bagikan