Belajar Statistika Menyenangkan dengan TTS Matematika

Oleh: Taufiqur Rokhim, S. Pd.
Guru Matematika SMA N 1 Demak, Kabupaten Demak

MATERI-materi pembelajaran esensial matematika tingkat SMA di antaranya: (1) logika matematika, statistika, dan peluang; (2) operasi aljabar; (3) geometri dan trigonometri; dan (4) kalkulus. Berdasarkan data, menunjukkan adanya perbedaan persentase penguasaan siswa terhadap masing-masing materi matematika yang diujiankan. Materi logika matematika, statistika, dan peluang merupakan salah satu materi yang memiliki persentase rendah.

Selamat Idulfitri 2024

Penelusuran data hasil ulangan semester atau ujian sekolah matematika di SMA Negeri 1 Demak, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi logika matematika, statistika, dan peluang juga termasuk ke dalam kategori terendah dengan persentase penguasaan materi siswa pada tingkat sekolah. Tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penggunaan sumber belajar. Pada umumnya dalam pembelajaran guru dan siswa hanya berpatokan kepada satu sumber belajar saja.

Penggunaan sumber belajar yang terbatas menyulitkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa membutuhkan sumber belajar yang lebih banyak dan bervariasi, salah satunya modul pembelajaran. Hasil observasi pada SMA Negeri 1 Demak, siswa kelas XI tidak menggunakan suatu buku referensi ataupun modul pembelajaran tertentu, hal ini mengakibatkan siswa kesulitan dalam belajar dan hanya berfokus kepada materi yang disampaikan oleh guru. Karena tidak adanya buku referensi yang digunakan, siswa juga mengalami kesulitan dalam mengingat materi pelajaran, sehingga siswa menjadi sulit dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Sebagai akibat dari masalah ini, siswa menjadi malas untuk mengerjakan soal-soal latihan maupun pekerjaan rumah, dengan alasan soal yang diberikan terlalu sulit untuk dikerjakan. Padahal, salah satu cara agar siswa mampu menguasai bidang studi matematika adalah dengan sering mengerjakan soal-soal yang terkait. Kebanyakan siswa masih kesulitan dalam menginterpretasikan permasalahan yang disajikan dalam bentuk soal cerita. Hal serupa juga diungkapkan oleh Eryfianawati (2015: 2) yang menyatakan bahwa terdapat beberapa siswa yang merasa kesulitan dalam mempelajari serta memahami materi statistika, yaitu ketika siswa diminta untuk membedakan antara sampel dan populasi jika permasalahan yang ada disajikan dalam bentuk soal cerita, mencari nilai ukuran pemusatan data, serta ukuran penyebaran data.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Berdasarkan masalah tersebut di atas, salah satu alternatif yang dapat diberikan adalah dengan mengembangkan suatu modul pembelajaran. Modul merupakan salah satu sumber belajar yang disajikan secara unik dan menarik agar siswa lebih senang dan mudah dalam mempelajari maupun mengerjakan soal-soal bidang studi terkait. Salah satu bentuk modul yang bisa dikembangkan adalah modul teka-teki silang.

Teka-teki silang merupakan salah satu permainan yang mengasah otak, di mana seseorang harus mengisi jawaban berupa huruf dari pertanyaan sesuai jumlah kotak-kotak kosong. Pengembangan modul biologi berorientasi mind map dilengkapi dengan teka-teki silang. Modul tersebut memuat uraian materi pada bagian lembar kegiatan siswa, mind map (peta pikiran), dan teka-teki silang pada bagian lembar kerja siswa, serta soal evaluasi pada bagian lembaran tes. Teka-teki silang pada modul tersebut digunakan untuk kembali mengingat materi yang sebelumnya sudah dilengkapi oleh siswa pada peta pikiran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Berbeda dengan modul yang telah dikembangkan sebelumnya, modul ini menggunakan teka-teki silang sebagai alternatif soal latihan bagi siswa, baik secara individu maupun kelompok yang terdapat pada setiap akhir pembahasan. Modul teka-teki silang ini memuat materi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh siswa, terdapat juga peta konsep beserta rangkuman dari setiap pembahasan. Teka-teki silang yang dikembangkan ini akan dirancang dengan menggunakan software yang bernama Eclipse Crossword versi 1.2 dan juga dibantu dengan beberapa software lainnya.

Perpaduan modul dengan soal berbentuk teka-teki silang ini akan menarik perhatian siswa. Teka-teki silang dapat membantu siswa dalam menguasai materi tanpa siswa menyadarinya. Hal ini dikarenakan pembelajaran dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga dapat mengatasi kejenuhan siswa yang selama ini hanya menjawab soal-soal dengan model soal pilihan ganda atau uraian. Selain itu, tantangan yang ada pada teka-teki silang dapat membangkitkan motivasi, daya ingat dan semangat tersendiri untuk siswa pada saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. (*)