Belajar Matematika Sekolah Dasar Lebih Menyenangkan dengan ICM

Oleh: Eka Purwaningsih, S.Pd
Guru SDN 4 Kebongembon, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal

DUNIA pendidikan merupakan gerbang utama bagi seseorang untuk menggapai harapan di masa yang akan datang. Cita-cita dan harapan yang diinginkan seseorang selalu dimulai dari dunia pendidikan, tak heran bila pendidikan ini juga menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh setiap negara, karena perkembangan suatu negara dapat dilihat dari seberapa maju pendidikan dan pola pikir warganya. Suatu instansi pendidikan perlu memiliki akuntabilitas yang merupakan prinsip pengelolaan pendidikan, yaitu kemampuan dan komitmen untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang dijalankan.

Selamat Idulfitri 2024

Dalam dunia pendidikan, matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan matematika diajarkan di taman kanak-kanak secara informal. Menurut (Susanto, 2015) belajar matematika merupakan suatu syarat cukup untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif, dan aktif.

Sudah menjadi hal lumrah bagi para pelajar bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang dianggap sulit dan membosankan. Hal pertama yang harus dilakukan para pendidik untuk menjadikan siswa menyukai pelajaran matematika adalah memancing minat siswa. Dengan kata lain, pendidik dituntut untuk lebih kreatif untuk mencoba model pembelajaran yang persentase keberhasilannya paling besar.

Peranan model pembelajaran aktif dalam pendidikan sangat penting agar tujuan yang hendak dicapai dapat berjalan dengan baik. Tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan ilmu matematika. Salah satu komponen yang perlu mendapatkan perhatian dalam perencanaan pembelajaran adalah model pembelajaran yang sesuai.

Implementasi dalam aktivitas belajar yaitu dengan adanya kegiatan menulis, lalu kemudian tanya jawab antar teman siswa mendengar apa yang dijelaskan oleh guru atau temannya. Akan tetapi, siswa cenderung hanya menunggu ditunjuk oleh guru untuk menyampaikan pendapatnya. Hal itu dikarenakan proses pembelajaran ini hanya menggunakan metode ceramah atau hanya berpusat pada guru.

Untuk itu, pengembangan pembelajaran yang inovatif, dan kreatif diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Usaha guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu dengan model pembelajaran kooperatif yang pembelajarannya dengan cara mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Pada pembelajaran kooperatif ini, siswa dipercaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika siswa pada kelompoknya akan berhasil. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu Index Card Match (ICM).

Model pembelajaran ICM adalah suatu model pembelajaran dengan mencari pasangan dengan menggunakan kartu yang digunakan dalam mengulang suatu materi pembelajaran yang telah diberikan atau yang sudah dipelajari sebelumnya. Keunggulan model pembelajaran ICM yaitu, 1) Saling ketergantungan positif, 2) Adanya pengakuan dalam merespons dan mengelola individu, 3) Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas, 4) Suasana rileks yang menyenangkan, 5) Terjalin hubungan yang sangat hangat dan bersahabat antar siswa dan guru, 6) Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.

Langkah-langkah dalam model pembelajaran ICM yaitu buatlah potongan-potongan kertas dengan sejumlah peserta didik yang ada di dalam kelas, bagi sejumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama. Kemudian tulislah pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan, dan setiap kertas berisi satu pertanyaan. Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat, kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban. Beri setiap peserta didik satu kertas, jelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh kertas peserta didik akan mendapatkan soal dan separuh akan mendapatkan jawaban, minta peserta didik menemukan pasangan mereka. Jika sudah ada yang menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain, setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan soal yang diperoleh dengan kertas kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan-pasangan lainnya, Akhiri pembelajaran dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan. (*)