Lakukan Aksi Tanam Pohon Dluwang Sebagai Simbol Pusat Pengembangan Kertas

  • Bagikan
PELIHARA: Dinas Kebudayaan Bantul didampingi Pendiri Museum Wayang Beber Sekartaji, Indra Suroinggeno menanam bibit pohon kertas kuno dluwang di Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, belum lama ini. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sebanyak 77 bibit pohon glugu sebagai bahan pembuatan kertas kuno dluwang ditanam di Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. Kegiatan ini sebagai simbol simbol pusat pengembangan kertas dluwang pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pendiri Museum Wayang Beber Sekartaji, Indra Suroinggeno mengatakan, penanaman 77 bibit pohon dluwang ini memiliki beberapa makna dan semangat dalam kebudayaan. Terlebih bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia.

“Penanaman ini menjadi simbol pengembangan kertas kuno dluwang di Yogyakarta. Dari 363 desa wisata, hanya disini sementara yang pertama membudidayakan bahkan membuat kertas dluwang,” ujarnya saat diwawancarai.

Indra menambahkan, Gubernur DIY Sri Sultan juga mempunyai visi misi bertemakan Bantul Bumi Mataram. Berbicara Bantul Bumi Mataram, ia memaparka bahwa ribuan naskah dari Mataram Kuno hingga sekarang dibuat menggunakan media kertas dluwang.

“Oleh karena itu kita bersemangat sekali karena ini masyarakat akan bersinergi. Kita belajar sedikit demi sedikit hingga apa yang ada di zaman dulu bisa kita kembangkan lagi,” imbuhnya.

Baca juga:  Gunakan Aplikasi Sirekap

Selain penanaman 77 bibit tersebut, sebelumnya Indra juga sudah melakukan penanaman di sekitar Museum Wayang Beber Sekartaji. Dimana ia yang juga memiliki sanggar seni budaya dan membebaskan anggota sanggar untuk menanam pohon glugu.

“Glugu ini ketika ditanam satu, nanti bisa beranak pinak. Standar delapan bulan sudah bisa dipanen dan mengeluarkan tunas baru,” tukasnya.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, jika desa tersebut dihubungkan satu sama lain akan menjadi destinasi wisata yang hebat. Seperti adanya budidaya anggrek, Gereja Ganjuran serta Museum Wayang Beber Sekartaji dengan kertas dluwangnya.

“Karena kalau wisata salah satunya ada pembeda, disini ada kertas dluwang diantaranya, ada museum wayang beber itu merupakan salah satu pembeda. Aset yang harus kita kembangkan terus,” ucapnya.

Ia berharap, dengan mengoptimalkan lahan yang berada di Sumbermulyo, nantinya pohon glugu tersebut diharapakan dapat terus berkembang. Sehingga akan ada peluang-peluang baru bagi pekerjaan masyarakat sekitar. (ers/bid)

  • Bagikan