Siswa Ceria Belajar Bahasa Jawa dengan Si Desi

Oleh: Nasripin, S.Pd
Guru SDN 1 Situwangi, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

KURIKULUM 2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa, Provinsi Jawa Tengah dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan internal dan eksternal. Pentingnya pembelajaran muatan lokal tersebut untuk memperkuat identitas bangsa di kalangan siswa sekolah. Pemberian pelajaran Bahasa Jawa kepada siswa sekolah juga diharapkan dapat terus melestarikan kebudayaan tradisi di Indonesia.

Selamat Idulfitri 2024

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, pemerintah telah menyelenggarakan perbaikan-perbaikan peningkatan mutu pendidikan untuk berbagai mata pelajaran, di antaranya mata pelajaran Bahasa Jawa. Namun fakta di lapangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Kurangnya inovasi dan media penunjang pembelajaran merupakan suatu kendala dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung selama ini kurang melibatkan siswa dan cenderung berpusat pada guru. Hal ini dapat mengakibatkan siswa cepat bosan dan kurang aktif, sehingga tujuan pembelajaran Bahasa Jawa di bawah rata-rata. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, dan harus ada langkah konkret untuk memperbaiki pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa meningkat dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Menurut Supriati (2008:33), unsur terpenting dalam mengajar ialah merangsang serta mengarahkan siswa untuk belajar. Belajar dapat dirangsang dan diarahkan dengan berbagai macam cara yang mengarah kepada tujuan yang berbeda-beda pula. Tetapi apa pun subjeknya, mengajar pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menolong para siswa untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan sikap, serta idealisme dan apresiasi yang menjurus kepada perubahan tingkah laku dan pertumbuhan siswa.

Untuk itu, penulis memilih metode Desi. Desi merupakan akronim dari Metode Demonstrasi. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian, atau untuk memperlihatkan bagaimana pembentukan tertentu pada siswa. Menurut Muhibin Syah (2000:22), metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Oleh karena itu, penulis menggunakan media wayang.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Hal tersebut sesuai dengan materi “Karna Madeg Senapati” yang terdapat pada sebaran Kompetensi Dasar (KD) 3.2. Memahami teks cerita wayang Pandhawa “Karna Madeg Senopati”, kelas 5 tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD).

Menurut Fatkhurrohman (2008:3), setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya. Metode demonstrasi ini memiliki kelebihan yaitu: 1) Perhatian anak dapat dipusatkan, dan titik berat yang dianggap oleh guru dapat diamati; 2) Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan, jadi proses siswa akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian siswa ke hal yang lain; 3) Dapat merangsang siswa lebih aktif dalam mengikuti proses belajar; 4) Dapat menambah pengalaman siswa; 5) Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang disampaikan; 6) Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran lebih jelas dan konkret; 7) Dapat menjawab semua masalah yang timbul dalam pikiran tiap siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Sedangkan kelemahan metode demonstrasi yaitu: 1) Memerlukan waktu yang cukup lama; 2) Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efisien; 3) Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk bahan-bahannya; 4) Memerlukan tenaga yang tidak sedikit; serta 5) Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstrasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, seorang gurur harus jeli dalam mempersiapkan proses pembelajaran dan metodenya sehingga dapat meminimalisir kekurangan yang ada. Seorang guru harus paham langkah-langkah metodenya.

Adapun langkah-langkah Metode Demonstrasi dalam pelaksanaannya yaitu; 1) Memeriksa hal-hal yang akan didemonstrasikan; 2) Melakukan Demonstrasi dengan menarik perhatian siswa; 3) Memperhatikan keadaan siswa, apakah semuanya mengikuti dengan baik; 4) Memperhatikan keadaan siswa untuk aktif.  Dengan memperhatikan persiapan dengan matang, maka Desi atau metode demonstrasi dapat berjalan dengan baik dan hasilnya memuaskan. Hal ini terbukti dengan hasil yang diperoleh siswa lebih baik dalam pengerjaan soal-soal latihan. (*)