Belajar IPAS Asyik Menyenangkan dengan Metode Make a Match

Oleh: Niar Juwianti, S.Pd.SD
Guru SDN 02 Susukan, Kec, Comal, Kab. Pemalang

SEBAGAIMANA tertuang dalam pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan dari bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai upaya dilakukan pemerintah seperti memperbaiki kualitas pendidikan dengan cara meningkatkan kualitas guru, memberikan beasiswa untuk anak-anak berprestasi dan anak-anak kurang mampu, maupun memperbaiki semua sarana dan prasarana sekolah untuk mendorong semangat guru dan siswa dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Selamat Idulfitri 2024

Dalam mengembangkan kemampuan siswa, guru dituntut untuk mampu mengelola proses pembelajaran agar siswa dapat menerima materi yang disampaikan. Pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD, guru sering kali menyampaikan materi dengan menggunakan metode ceramah dan terpaku pada buku. Hal ini membuat siswa bosan dan malas, karna terus menerus mendengarkan yang berbicara di depan. Akhirnya siswa hanya mementingkan hafalan, sehingga siswa merasa bahwa pelajaran IPAS membosankan dan tidak menarik. Hal tersebut membuat prestasi belajar siswa kelas 4 SDN 02 Susukan menurun dan jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Dari latar belakang masalah di atas, maka guru perlu mengubah mindset mereka, bahwa mengajarkan IPAS dengan metode ceramah yang terlalu sering sudah tidak efektif lagi. Guru harus mengubah cara mengajarnya agar lebih menarik dan menyenangkan untuk siswa, sehingga siswa akan dapat menyerap materi yang disampaikan. Pembelajaran harus berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai fasilitator saja. Guru harus menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang bervariasi. Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah dengan metode Make a Match.

Metode pembelajaran Make a Match adalah opsi dari aktivitas belajar yang dilaksanakan siswa dalam meraih pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Langkah-langkah penerapan metode Make a Match yaitu: 1) Guru menyiapkan beberapa (sejumlah siswa) kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang sesuai dengan materi, satu bagian kartu soal dan satu bagiannya kartu jawaban; 2) Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal atau jawaban; 3) Tiap siswa memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang didapatnya dan mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya. Misalnya pemegang kartu yang bertuliskan ‘Daun’ berpasangan dengan pemegang kartu bertuliskan ‘Tempat tumbuhan membuat makanan’, atau pemegang kartu ‘Akar’ berpasangan dengan pemegang kartu ‘Menyerap air dan nutrisi dalam tanah’, dan sebagainya; 4) Siswa juga bisa bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok. Misalnya pemegang kartu ‘Buah’ akan membentuk kelompok dengan pemegang kartu ‘Tempat menyimpan cadangan makanan’ dan pemegang kartu ‘Melindungi biji di dalamnya’; 5) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu dengan benar diberi nilai, dan jika siswa tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban dengan benar akan mendapatkan hukuman yang telah disepakati bersama; 6) Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya, 7) Guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pembelajaran.

Dengan penerapan metode Make a Match pada pembelajaran IPAS siswa kelas 4 SDN 02 Susukan, terbukti dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa sehingga dapat mencapai KKM. Manfaat lain dari metode ini adalah: 1) Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran secara merata; 2) Karna ada unsur permainan, pembelajaran menjadi asyik & menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan; 3) Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan meningkatkan motivasi belajar siswa; 4) Efektif sebagai sarana untuk melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi; dan 5) Efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar. (*)