Dewan: Inovasi Jangan Rusak Kekhasan Seni

PGELARAN: Penampilan tari dalam acara “Media Tradisional: Nguri-uri Kebudayaan Jawa Tengah” yang digelar DPRD Jateng di Lapangan Nggarot, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang, Minggu (28/8). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dorongan berinovasi dalam berkesenian tidak bisa serta merta dijadikan alasan untuk menghilangkan kekhasan seni. Kesenian harus tetap memiliki kekhasan yang harus dilestrikan, sehingga warisan budaya itu tidak rusak.

Pandangan itu dilontarkan anggota DPRD Jateng Danie BT saat menjadi narasumber dalam pergelaran “Media Tradisional: Nguri-uri Kebudayaan Jawa Tengah” di Lapangan Nggarot, Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang, dengan menampilkan pergelaran Tari Gambyong dan Jaran Kepang, Minggu (28/8).

Selamat Idulfitri 2024

“Seperti Tari Gambyong, kekhasan lenggok, langgamnya yang asli harus dijaga. Bukan berarti mengatasnamakan pelestarian tarian, dibuat variasi-variasi. Kekhasan jadi hilang. Inovasi boleh, tapi itu bukan yang utama. Keaslian dari kesenian tetap harus dijaga,” tegasnya.

Baca juga:  Rakortekbang Jateng Selaraskan Rencana Kerja dalam Percepatan Pembangunan

Anggota Komisi D itu menyebut, justru dengan banyak memberi ruang atau tempat untuk berkesenian akan menjadikan nilai kesenian itu bertambah. Ia pun mengapresiasi dari acara Media Tradisional yang digarap Bagian Humas Sekretariat DPRD Jateng.

Sementara itu, Ketua FK Metra Jateng Daniel Hakiki mengatakan, pihaknya siap membantu sosialisasi pengembangan kegiatan berkesenian. Menurutnya, peran pemerintah dan DPRD untuk melestarikan sebuah kesenian daerah sangat diperlukan.

Ketua Kajian Media dan Kebudayaan Teguh Hadi Prayitno menyampaikan, negara ini sudah ada kemajuan kebudayaan kesenian tradisional. Supaya kesenian tradisional dapat terkenal di masyarakat butuh disebarluaskan melalui media. “Ini menjadi salah satu faktor penting supaya kesenian tradisional tetap hidup dan lestari,” ucapnya. (hms-anf/gih)