Mahasiswa Bangun Taman Moderasi di Perbatasan

KREATIF: Peresmian Taman Moderasi berlangsung di halaman Masjid Al-Aqsa Jl. Transad Kampung Skouw Sae Distrik Muaratami Kota Jayapura Provinsi Papua, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Walisongo berhasil membangaun Taman Moderasi di perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini. Peresmian Taman Moderasi berlangsung di halaman Masjid Al-Aqsa Jl. Transad Kampung Skouw Sae Distrik Muaratami Kota Jayapura Provinsi Papua, belum lama ini (23/8).

Yanwar Pratama, mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK, delegasi KKN UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam kelompok KKN Kolaborasi Nasional Moderasi Beragama (KNMB) mengatakan, kampung Skouw Sae terdapat dua agama besar yakni Kristen dan Islam. Terbangunnya Taman Moderasi sebagai simbol kerukunan masyarakat setempat.

Selamat Idulfitri 2024

“Harapannya dengan berdirinya taman moderasi untuk menaikan perekonomian, karena lokasi ini strategis jalur utama pariwisata lokal, nasional hingga internasional yang akan menuju RI-PNG melalui jalur darat,” ucapnya.

Baca juga:  Perbaiki Kualitas Perpustakaan, Tingkatkan Literasi Sekolah

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo, Rikza Chamami mengapreseasi mahasiswa KKN Papua yang berhasil membangun taman moderasi tersebut. “Taman moderasi beragama yang dibuat oleh kelompok KKN Kolaborasi UIN Walisongo dengan berbagai perguan tinggi ini meneguhkan semangat toleransi dan kerukunan untuk seluruh bangsa Indonesia” tegas Rikza di Kantor LP2M, akhir pekan lalu.

Kegiatan ini disambut baik dan resmikan langsung oleh Kepala Kantor Agama Kota Jayapura Bapak Abdul Hafid Yusuf. Pihaknya mengatakan bahwa ini hasil karya terbaik tim KKN KNMB Skouw Sae 2022 sebagai wujud konkret pengentasan masalah masyarakat setempat dan memanfaatkan peluang.

Baca juga:  Tingkatkan Solidaritas Sosial dengan Bersinar

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya untuk tim KKN KNMB Skouw Sae 2022 yang sudah berhasil membangun Taman Moderasi, karena sesuai dengan multikultur masyarakat kampung ini dan mengangkat perekonomian masyarakat lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam. Semoga ini langkah terbaik membangun bangsa dan berkah untuk ummat,” tuturnya. (hms/gih)