Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dengan Model Pertanyaan Socrates pada Pembinaan OSN Matematika

Oleh: Santi Noviyanti, S.Pd.
Guru SMP Negeri 2 Gajah, Kec. Gajah, Kab. Demak

OLIMPIADE Sains Nasional (OSN) merupakan lomba berjenjang yang resmi diadakan oleh pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Mata pelajaran yang diujikan pada jenjang SMP adalah matematika, IPA, dan IPS. Dalam artikel ini, yang akan dibahas penulis adalah khusus pada OSN matematika. Jenjang OSN dimulai dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat internasional. Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik dalam mengikuti OSN matematika adalah kemampuan berpikir kritis.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut M. Nur (dalam Nuzul, 2019: 47) indikator dan sub indikator kemampuan berpikir kritis adalah sebagai berikut: 1) Interpretasi, dengan sub indikator mengategorikan, mengkodekan, dan mengklasifikasikan; 2) Analisis, dengan sub indikator memeriksa ide dan menilai argumen; 3) Inferensi, dengan sub indikator mempertanyakan bukti, memprediksi alternatif, dan mengambil keputusan/kesimpulan; 4) Eksplanasi, dengan sub indikator menyatakan hasil, membenarkan prosedur, dan memaparkan argumen; 5) Pengaturan Diri, dengan sub indikator pengkajian dirinya dan mengoreksi dirinya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Menurut Zamroni dan Mahfudz (2009:30), ada empat cara meningkatkan keterampilan berpikir kritis yaitu dengan: (1) model pembelajaran tertentu; (2) pemberian tugas mengkritisi buku; (3) penggunaan cerita, dan; (4) penggunaan model pertanyaan Socrates. Dalam hal ini, guru menggunakan model pertanyaan Socrates dalam membimbing OSN matematika di SMP Negeri 2 Gajah. Karakteristik pertanyaan Socrates adalah menggali kemampuan berpikir kritis peserta didik. Harapannya dengan model pertanyaan Socrates, indikator-indikator berpikir kritis dapat terpenuhi.

Tipe pertanyaan Socrates yang digunakan guru di antaranya adalah: (1) Mengklarifikasi dan memahami; (2) Asumsi yang menantang; (3) Memeriksa Bukti dan Alasan; (4) Mempertimbangkan alternatif lain; (5) Mempertimbangkan implikasi dan konsekuensi; dan (6) Pertanyaan inti. Model pertanyaan ini digunakan guru selama bimbingan OSN matematika di sekolah. Waktu bimbingan dimulai kurang lebih satu bulan sebelum pelaksanaan dan dilaksanakan setiap hari. Model pertanyaan tersebut digunakan bersamaan dengan pembahasan soal-soal olimpiade. Penulis sebagai guru sekaligus pembimbing OSN matematika di SMP Negeri 2 Gajah terhitung 2 tahun dan telah membimbing 2 periode pelaksanaan OSN Matematika yang diadakan oleh Puspresnas.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Teknis pelaksanaan bimbingan OSN matematika di SMP Negeri 2 Gajah diawali dari menyeleksi peserta lomba. Dari 4 peserta yang mendaftar pada pelaksanaan OSN matematika tahun 2022, akan dipilih 1 peserta didik untuk mewakili sekolah pada pelaksanaan OSN matematika. Seleksi dilakukan menggunakan soal-soal level Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang menggali kemampuan berpikir kritis peserta didik. Setelah diperoleh 1 peserta didik dengan skor tertinggi dan ditetapkan sebagai wakil sekolah pada OSN matematika, tahap selanjutnya adalah bimbingan yang intensif oleh guru. Bimbingan dilaksanakan setiap hari. Teknis bimbingan adalah pengerjaan soal-soal olimpiade matematika yang berbasis HOTS dan menggunakan model pertanyaan Socrates.

Pertanyaan Socrates digunakan untuk menggali kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menghadapi soal-soal OSN matematika yang berbasis HOTS. Dengan pertanyaan Socrates peserta didik terbiasa untuk berpikir kritis bahkan saat tidak mengetahui jawaban dari soal yang ditemuinya. Peserta didik terbiasa menganalisis kemungkinan-kemungkinan jawaban benar yang dapat ia pilih sebagai solusi. Mengingat soal-soal OSN matematika banyak yang menggunakan logika untuk menjawabnya, maka sangat tepat jika peserta didik banyak mendapat bimbingan dengan menggunakan model pertanyaan Socrates.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Tingkat keberhasilan bimbingan OSN matematika dengan model pertanyaan Socrates dapat dilihat pada prestasi peserta didik dalam mengikuti lomba OSN matematika, dalam hal ini pada tingkat kabupaten. Pada tahun 2021 peserta didik wakil dari SMP Negeri 2 Gajah memperoleh peringkat 4 dari 83 peserta lomba OSN matematika tingkat kabupaten. Sedangkan pada tahun 2022 peserta didik wakil dari SMP Negeri 2 Gajah memperoleh Juara I pada lomba OSN matematika tingkat Kabupaten Demak yang diadakan oleh Puspresnas. (*)