Bentuk Karakter, Awali KBM dengan Mengaji

KONSENTRASI : Terlihat para siswa SMPN 1 Pleret membaca Al-Qur'an bersama di salah satu ruangan, belum lama ini. (CINDY LASIONA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Seluruh murid SMPN 1 Pleret dibiasakan dengan aktifitas mengaji setiap hari. Hal itu bertujuan agar siswa-siswi memiliki kepribadian yang lebih baik. Kegiatan yang telah berjalan lama tersebut, dilakukan serentak di pagi hari selama 30 menit.

Sidrotul Muntoha selaku Kepala SMPN 1 Pleret menjelaskan, mengaji dilakukan dalam rangka mendukung profil pelajar pancasila. Selain itu, banyak pihak yang mendukung dilaksanakan kegiatan mengaji ini.

Selamat Idulfitri 2024

“Benar, seluruh murid dan guru menanggapinya dengan sangat baik. Bahkan siswa dan siswi disini selalu siap sedia meski bapak atau ibu guru belum memasuki kelas,” paparnya saat ditemui Joglo Jogja Rabu (31/8).

Baca juga:  GPM Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Pihaknya menjelaskan, bahwa sekolah mendapat bantuan total 660 al-Qur’an dari donatur tertentu. Sehingga hal tersebut sangat memudahkan siswa, serta mendorong semangat para guru untuk mengajarkan membaca al-Quran.

Dengan total murid 650 anak, Kepala Sekolah yang akrab dipanggil Toha ini menambahkan, bahwa setiap Ahad Pahing ada pertemuan wali murid dan wali kelas. Hal itu untuk melakukan monitoring kegiatan siswa-siswi di sekolah.

“Kadang banyak wali murid yang tanya satu-satu, tentang perkembangan anaknya. Setelah dirapatkan akhirnya sepakat, setiap Ahad Pahing ada pertemuan itu. Dari pertemuan tersebut juga kita tahu bahwa para wali murid ternyata sangat antusias dengan kegiatan ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Harga Ayam Melambung, DKUKMPP Bantul Sebut Permintaan Meningkat

Sementara itu, Toha mengatakan tidak hanya membaca al-Qur’an, di sekolah yang dipimpinnya itu juga ada dua siswa non muslim. “Saat yang lain mengaji, yang non muslim membaca kitab di ruangan khusus. Kami sediakan pendamping khusus untuk mereka,” katanya.

Toha mengimbau, agar anak-anak mampu menjadi harapan orang tua, masyarakat, maupun negara. Dan dari kurikulum merdeka ini anak-anak bisa menjadi anak yang bermoral pancasila.

“Semoga dengan kegiatan ini, tidak hanya kepintaran yang didapatkan dari kegiatan belajar-mengajar, melainkan juga ketaqwaan dan selalu mendapatkan syafaat dari Tuhan yang Maha Esa,” pungkasnya. (mg3/mg1)